PSTS Tanjungpinang Kalah Terhormat

0
586
CERIA: Pembina Jamhur Ismail, Ketua Umum PSTS Tanjungpinang Teddy Jun Askara, Manajer M Nur Hakim, pengurus lainnya dan Oktavio Bintan ceria bersama pemain PSTS, usai laga final, kemarin. f-Suhardi/tanjungpinang pos

YSK 757 Kepri Juarai Wali Kota Cup 2017

TANJUNGPINANG – TIM kebanggaan masyarakat Tanjungpinang sekitarnya PSTS akhirnya mampu mengimbangi permainan YSK 757 Kepri, pada laga final Wali Kota Cup 2017, Rabu (25/10) sore kemarin. Setelah bermain 0-0, PSTS Tanjungpinang kalah 3-4 atas YSK 757 Kepri, lewat drama adu penalti.

Pada laga final di lapangan stadion Sulaiman Abdullah, Tanjungpinang, pelatih PSTS Tanjungpinang Junaidi menggunakan pola 4-4-2 untuk menghadapi YSK 757 Kepri. Di lini belakang, duet Armanja bersama Rajid, Indra Buya dan Bagus menjadi andalan untuk menghadang serangan Nanang striker pemain Liga 2 Indonesia 757 Kepri Jaya FC ini.

Sedangkan di lini tengah, Basiral bersama Usman dan Almi serta Yatna harus berjibaku dengan Lutfi dan Farel gelandang YSK 757 yang juga mantan pemain 757 Kepri Jaya FC. Sedangkan untuk mendobrak pertahanan YSK 757 Kepri, Rambe bekerja sama dengan Yudi Adity Pratama, untuk menggetarkan gawang YSK 757 Kepri.

Di babak awal, Rambe dan Yudi Pratama mencoba menggetarkan gawang YSK 757 yang dikawal oleh Gustaman Noor Fajar, mantan penjaga gawang tim Liga 2 laskar Melayu 757 Kepri Jaya FC tersebut. Namun, beberapa kali bola hasil tendangan yang dilancarkan Yudi Pratama dari sayap kiri, selalu berhasil digagalkan Gustaman Noor Fajar.

Di menit ke-10, Basiral juga mendapat peluang mencetak gol. Sayang, bola tendangan Basiral masih berhasil dihadang pemain belakang YSK 757 Kepri. Berselang dua menit, giliran Nanang mendapatkan peluang untuk menggetarkan gawang PSTS Tanjungpinang. Umpan lambung Lutfi dari lapangan tengah, berhasil dikuasai Nanang. Namun, tendangan Nanang ke sudut kiri gawang PSTS, berhasil ditepis Susanto.

Menjelang babak pertama usai, pemain YSK 757 Kepri mendapat tiga kali peluang mencetak gol di mulut gawang. Namun, Susanto kiper PSTS binaan Teddy Jun Askara ini lebih gesit untuk mengamankan bola. Serangan pemain YSK 757 Kepri yang didominasi mantan pemain Liga 2 Indonesia 757 Kepri Jaya FC ini, sia-sia. Skor masih imbang 0-0 sampai wasit Irfan meniup peluit babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, pertandingan yang disaksikan Pembina PSTS Rida K Liamsi, Jamhur Ismail, dan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun bersama jajaran ini berjalan semakin panas. Bahkan, wasit harus mengeluarkan satu kartu merah kepada pemain belakang YSK 757 Kepri, tim binaan gubernur ini. Pemain ini dikeluarkan, karena dua kali melakukan pelanggaran terhadap pemain PSTS asuhan manajer M Nur Hakim ini.

Unggul dari jumlah pemain, tim PSTS kembali bangkit dari tekanan YSK 757 Kepri. Namun, hingga pertandingan usai, pertandingan yang disaksikan ribuan suporter dan pengurus PSTS Tanjungpinang ini masih imbang, 0-0. Pertandingan dilanjutkan lewat drama adu penalti.

Pada saat drama adu penalti, PSTS Tanjungpinang berhasil membobol tiga kali. Sedangkan tendangan Indra Buya dan Ramadan Bagus, berhasil diblok oleh kiper Gustaman. Sementara, empat penendang YSK 757 Kepri tak mampu dihadang Susanto. Dengan hasil ini, YSK 757 Kepri menjuarai open turnamen Wali Kota Cup 2017. Sedangkan PSTS, harus puas meraih juara kedua.

”Di laga ini, kita dari tim PSTS kalah terhormat, lewat adu penalti. Saya bangga, PSTS tim di level amatir, bisa mengimbangi permainan tim dengan skuat pemain Liga 2 Indonesia itu. Kami juga puas atas penampilan YSK 757 Kepri, yang bermain bagus,” ujar Teddy Jun Askara (TJA) Ketua Umum PSTS Tanjungpinang.

”Saya ucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara, dan atas dukungan semua warga kepada PSTS. Kita sudah menghibur dan memotivasi warga Tanjungpinang dan sekitarnya, untuk membangkitkan prestasi sepak bola ke depan,” sambung TJA.

Ditutup Gubernur
Pada kesempatan lain, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun saat menutup open turnamen Wali Kota Cup menyampaikan, pertandingan final antara YSK 757 Kepri melawan PSTS adalah pertandingan yang membangkitkan sepak bola di Tanjungpinang. Ia menilai pertandingan keduanya sudah sangat baik, dan dipimpin oleh wasit yang profesional.

”PSTS bagus permainannya, hanya saja karena lapangannya yang kurang mendukung,” ujar Nurdin usai menyaksikan laga final PSTS versus YSK 757 Kepri itu.

Menurut Nurdin, ada menang ataupun kalah itu hal yang biasa. Laga antara YSK 757 Kepri melawan PSTS ini bukti nyata, olahraga Kepri mulai bangkit. ”Semangat ini juga berkat Kepri baru-baru ini, bertandang di Liga 2 Indonesia, dan semangat olahraga ini mulai bangkit,” ucapnya.

Penutupan open turnamen Wali Kota Cup 2017 ini turut ditutup oleh Sekdako Tanjungpinang Riono, dihadiri Kepala Dispora Kepri Maifrizon, Sekretaris Asprov PSSI Firsandi, Ketua Askot PSSI Tanjungpinang RME Mansyur Razak, Andi Anhar, Endi Maulidi dan sejumlah pejabat Pemko Tanjungpinang.

Dari hasil pertandingan ini, kiper PSTS Tanjungpinang Susanto terpilih sebagai pemain terbaik. Sedangkan top skor diraih oleh Nanang striker YSK 757 Kepri.(yusfreyendi – suhardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here