PT ATB Terancam Tergusur

0
389
PENGELOLAAN AIR BAKU: Inilah salah satu tempat pengelolaan air baku milik PT ATB sebelum mengolahnya menjadi air bersih dan siap dikirim ke pelanggan. f-istimewa/humas ATB BATAM

BATAM – Kesepakatan Badan Pengusahaan (BP) Batam dengan PT ATB dalam pengelolaan air bersih di Batam, tidak lama lagi akan berakhir. Ini menjadi ancaman bagi PT Adya Tirta Batam (ATB) dalam pengelola dan penyuplai air bersih di Batam. Pasalnya, belakangan ini muncul perusahaan air ternama yang sudah memulai penjajakan kerja sama dengan BP Batam selaku pengelola kawasan di Pulau Batam.

Perusahaan yang bakal menjadi saingan PT ATB itu yakni BUMN, PT Jasa Tirta I. Mereka sudah melakukan MoU dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk mengelola air di Batam.

Pihak PT Jasa Tirta I optimis dan akan bermitra dengan swasta, baik PMA atau PMDN, karena BUMN yang bergerak di bidang air, hanya ada dua di Indonesia. Selain kedua itu, sebenarnya BP Batam juga memiliki Kantor Pengelolaan Air.

Direktur Utama Jasa Tirta I, Raymond Valiant Ruritan didampingi Deputi BP Batam, Purba Robert M Sianipar, menilai peluang mereka ikut tender pengelolaan air di Batam, sangat besar.

Apalagi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum mengamanatkan pengelolaan air bersih tidak boleh lagi sepenuhnya dikelola swasta. ”Peluangnya sangat besar, karena perusahaan (BUMN) yang bergerak bidang air, hanya ada dua saat ini,” katanya.

Masa kontrak kerja sama antara ATB dalam pengelolaan air akan berakhir tahun 2020. Dengan demikian, nantinya akan ada dua pihak yang menangani air di Batam. Satu pengelolaan air dan satu distribusi atau pemasaran. ”Peraturan pemeritah itu agar pengelolaan agar negara hadir,” ungkapnya.

Namun untuk saat ini mereka belum berjalan untuk menuju pengelolaan air di Batam. Tirta masih dalam tahap membantu dengan MoU bersama BP Batam. ”Tahap awal kami baru membantu. Tapi tidak tertutup kemungkinan ikut mengelola air (Batam) ke depan,” bebernya.

Sementara, Robert mengatakan, pihaknya akan menjalankan pengelolaan air sesuai amanat peraturan pemerintah. BP Batam akan mengelola air di Batam dengan sistem kemitraan. ”Kita kelola dengan sistem kemitraan. Produksi dan distribusi,” imbuhnya.

Sebelumnya Robert mengatakan, pihaknya membuka peluang yang sama bagi perusahaan yang mengikuti proses lelang. Sesuai ketentuan, maka Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) lebih dikedepankan dibanding investor asing. Namun, tetap memberlakukan standar pelayanan yang lebih baik dari saat ini.

”Kita masih boleh menggandeng swasta tapi kewenangan tidak seperti ATB Batam sekarang. Melainkan dibagi dua pemerintah akan mengurus distribusinya dan swasta mengurus produksinya, sehingga kerja sama dengan PMDN akan lebih mudah nantinya,” kata Robert.

”ATB Batam itu kepemilikannya sebagian milik PMA dan sebagian lagi PMDN,” jelasnya.

Calon investor yang berminat mengelola air di Batam, ada tujuh. Di antaranya dari Jepang, Korea, ATB dan lainnya. Rencananya lelang pengelolaan air Batam akan digelar pada akhir 2018 atau di awal 2019. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here