PT CBP akan Laporkan Terduga Pengrusakan Bangunan

0
227
Romesko Purba dari PT CBP memperlihatkan kios yang dibongkar penghuni rumah di duga atas suruhan Ahian, Minggu (16/12) pagi. f-Alrion/tanjungpinang pos

KARIMUN – Bangunan-bangunan dulunya kios sebagai Pasar Meral, Jalan Ahmad Yani, Sungai Pasir, Meral Kabupaten Karimun dibongkar, Minggu (16/12).

Terkait hal ini, PT Cakrawala Bintan Perkasa (CBP) yang sudah dinyatakan sah pemilik tanah itu akan melaporkan terduga pelaku pengrusakan bangunan itu kepihak berwajib.

Direksi PT CBP Rivian Soetedjo dan Supervisor Lapangan, Romesko Purba mengatakan, bahwa pelaku perusakan bangunan yaitu Ahian yang mengaku sebagai pemilik lahan.

Ia menuturkan, tahan seluas 5,238 meter  yang dulunya dijadikan sebagai Pasar Meral, sudah dinyatakan sah milik PT CBP.

Hal ini dibuktikan melalui pengukuran yang dilakukan petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) Karimun pada Jumat (14 /12/2018) lalu.

Romesko Purba menuturkan, secara hukum usai keputusan itu, maka tanah beserta bangunan di atas itu menjadi milik PT CBP.

“Kami menanyakan langsung, penghuni bangunan mengaku membongkar atas suruhan Ahian. Bangunan-bangunan ini bukan sepenuhnya milik Ahian. Setelah dilakukan pemgembalian batas, tanah Ahian tidak masuk ke tanah PT CBP. Ini bukan bangunannya, kenapa dia bongkar sendiri,” ujarnya saat di jumpai di lokasi.

Romesko menuturkan, tindakan ini masuk kategori pengrusakan. Harusnya, setelah pengembalian batas dilakukan, PT CBP yang berhak membongkar.

“Kenapa harus Supar yang informasinya orang suruhan Ahian yang membongkar. Batasnya sudah jelas. Tanah dia (Ahian) tidak masuk ke tanah PT CBP. Bahkan ada jeda jalan antara tanah Ahian dengan tanah PT CBP,” paparnya.

Masih kata dia, pembongkaran bangunan berdiri diatas tanah PT CBP sudah mau dilakukan minggu lalu. Tetapi, Ahian datang mengklaim bahwa tanah dan bangunan adalah miliknya.

PT CBP memberi waktu selama dua minggu kepada Ahian mengajukan pengembalian batas.

Jika sampai pada waktu tersebut, Kamis 20 Desember 2018 juga tidak mengajukan pengembalian batas, maka bangunan tersebut  dibongkar kepemilikannya.

Ini berdasarkan SK Mendagri Nomor 593.24-278 tahun 1998 tentang Pengesahan Tukar Menukar Tanah dan Bangunan Milik Perusda Tingkat II Kepri dengan Tanah dan Bangunan Milik Pihak Ketiga yaitu PT CBP.

Setelah dilakukan tukar guling, PT CBP membangun pasar baru di Bukit Tembak termasuk fasilitas serta jalannya. Kemudian sertifikat bukti hak beralih nama dari Perusda tingkat II Kepri menjadi PT CBP. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here