PT MCI Enggan Berdamai dengan RCW

0
126
DIREKTUR PT Multi Coco Indonesia Ady Indra Pawennari sedang mengamati pertumbuhan padi yang ditanamnya di sawah Desa Sungai Besar, Lingga Utara, Kabupaten Lingga. f-dokumen/TANJUNGPINANG POS

Direktur PT Multi Coco Indonesia (MCI) Ady Indra Pawennari memastikan kasusnya dengan Ketua Riau Corruption Watch (RCW) Mulkansyah yakni dugaan pencemaran nama baik dan keterangan palsu terkait percetakan sawah tetap menempuh proses hukum.

LINGGA – ”Tidak pernah ada perdamaian atas kasus ini. Kasus ini tetap berjalan pada proses peradilan,” kata Ady, Rabu (20/6).

Ia menegaskan, anggapan ada perdamaian antara dirinya dengan Ketua Riau Corruption Watch (RCW) tersebut adalah upaya penggiringan opini yang tidak seimbang.

”Coba baca secara detail laporan, dan komentar Mulkan yang begitu meyakini punya bukti korupsi cetak sawah di Desa Sungai Besar. Karena itu, saya tak mau damai supaya kasus ini terang benderang dan terungkap,” tegas Ady.

Ady mengaku, dirinya tidak mau menjadi korban fitnah kedua kalinya karena menghentikan kasus tersebut di luar proses pengadilan. ”Ia bukan hanya melakukan pencemaran nama baik, tetapi ia telah memberikan keterangan atau laporan palsu kepada penguasa,” imbuhnya.

Seperti yang pernah diberitakan, Ady melaporkan Ketua RCW atas dugaan pemcematan nama baik dan memberikan keterangan palsu kepada publik atas percetakan sawah yang dilakukan PT Muti Coco di Desa Sungai Besar, Kecamatan Lingga Utara ke Bareskrim Polri.

Laporan tersebut, tertuang dalam dalam laporan Polisi nomor : LP/09/I/2017/Bareskrim tertanggal 5 Januari 2017 yang ditandatangani Perwira Siaga II Kompol Usman SH.

Ady menyampaikan, ia keberatannya atas tuduhan RCW melakukan tindak pidana korupsi dan menerima aliran dana dari Kementerian Lingkungan Hidup (LH) serta menerima hasil penjualan kayu ilegal senilai ratusan miliar rupiah.

Menurutnya, jika Mulkan merasa bersalah dapat meminta maaf secara terbuka sebagaimana ketika Mulkan memperlakukan dan memfitnah dirinya dan Alias Wello secara terbuka di depan publik.

”Tak perlu datang diam-diam, karena itu akan menimbulkan fitnah lagi. Tapi, proses hukum tetap lanjut. Karena kami tak melihat dia punya itikad baik,” imbuhnya. (TENGKU IRWANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here