PT Semen Padang Siap Menyuplai sampai ke Desa

0
537
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat menerima kunjungan rombongan manajemen PT Semen Padang, Selasa (20/3/2018).

PADANG – Rencana pembangunan jembatan Batam-Bintan (Babin) akan dimulai pada 2019 dan akan menelan biaya hingga Rp7,1 triliun. Proyek yang sudah disetujui Presiden RI Joko Widodo itu, tentu akan menjadi pangsa pasar yang baik bagi Semen Padang, selaku perusahaan semen yang tertua di Asia Tenggara. Sebagai perusahaan plat merah yang sudah lahir sejak tahun 1910, PT Semen Padang sudah membuktikan eksistensi dan kualitasnya. Di antara bangunan bersejarah yang menggunakan bahan baku semen padang di antaranya, Monas, Istora Senayan, Masjid Istiqlal banyak lagi bangunan kokoh dan ternama lainnya. Di Kepri saja salah satu contohnya Jembatan Barelang yang kini menjadi objek wisata dan kebanggaan warga Batam. Enam jembatan yang menghubungkan Pulau Batam-Rempang dan Galang itu kini menjadi primadona bagi wisatawan lokal dan mancanegara.

Gubernur Irwan Prayitno menyarankan agar proyek-proyek pemerintah memakai Semen Padang, termasuk proyek Pemda-Pemda di Sumbar.
Anjuran Irwan Prayitno itu tentu beralasan. Selain karena Semen Padang berada di Sumatera Barat, juga karena perusahaan yang bermarkas di Indarung itu merupakan perusahaan negara yang kini sedang bersaing ketat dengan banyaknya industri semen nasional bahkan semen milik investor luar negeri.

“Sebagai salah satu perusahaan BUMN yang besar di Sumbar, sudah selayaknya PT Semen Padang terus dijaga dan dikembangkan. Untuk itu, kami akan mengarahkan proyek-proyek pembangunan di Sumbar agar menggunakan produk Semen Padang,” kata Irwan Prayitno dalam silaturrahmi dengan jajaran manajemen PT Semen Padang, Senin (19/3/2018).

Dalam silaturahmi itu, Direktur Utama, Yosviandri membawa rombongan di antaranya Direktur Produksi, Firdaus, Direktur Keuangan, Tri Hartono Rianto, Komisaris, Khairul Jasmi, dan Komisaris, Werry Darta Taifur.
Sementara Gubernur didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Sumbar Fathol Bari, dan Kepala Bappeda Sumbar Hansastri.

Kata Gubernur Sumbar, setiap tahun selalu ada pembangunan infrastruktur di daerah hingga desa. Menurutnya, dirinya melalui perangkat daerah, mengarahkan untuk menggunakan produk dari daerah sendiri yang sudah terbukti kualitasnya.

“Apalagi, dana yang digunakan untuk pembangunan bersumber dari negara, yang juga merupakan dari keuntungan perusahaan yang dimiliki oleh negara salah satunya PT Semen Padang. Kalau kita punya yang lebih baik, kenapa harus pakai yang dari luar. Pastinya keuntungan dari penjualan semen ini, nantinya akan kembali ke kita juga, baik secara langsung maupun secara tidak langsung,” sebut Gubernur.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Semen Padang, Yosviandri mengatakan, peran Pemprov Sumbar sangat strategis dan diperlukan untuk terus menjaga eksistensi, perusahaan kebanggaan Indonesia yang sudah ada sejak 1910 ini.

“Sebagai kepala pemerintahan tertinggi di daerah, peranan Bapak Gubernur sangat besar dalam ikut menjaga perkembangan Semen Padang terutama di Sumbar,” katanya.

Ia mengharapkan dukungan semua pihak di Sumbar agar PT Semen Padang terus berkembang. “Untuk itu kita berharap, gubernur sebagai kepala pemerintahan di daerah, dapat terus membantu perkembangan Semen Padang,” harap
Yosviandri.

Menurut Yosviandri, semen-semen milik asing kini sduah semakin marak di Indonesia termasuk di Sumbar. “Untuk itu, kami berharap, agar proyek serta program yang ada di daerah dalam hal pembangunan infrastruktur, lebih mengutamakan penggunaan produk dari daerah sendiri yaitu Semen Padang,” pintanya.

Dirut menyampaikan, bahwa PT Semen Padang akan memberikan kemudahan bagi pemerintah dalam pemesanan produk Semen Padang.

“Kami siap melayani kebutuhan pemerintah dalam penyediaan semen untuk pembangunan di Sumbar. Kami akan kawal terus pembangunan baik yang dilakukan di tingkat Provinsi hingga tingkat desa agar pembangunannya lebih cepat,” tambah Yosviandri.

Saat ini, Semen Padang juga telah memiliki produk yang lebih efektif, lebih cepat dalam proses pengerjaan dan lebih mudah. Hal tersebut menurut Dirut PTSP akan membuat proyek pembangunan termasuk di Sumbar dapat dikerjakan dengan efektif dan efisien.

“Banyak pembangunan jalan yang menggunakan produk semen dan bukan dari aspal lagi karena lebih tahan serta cara ini dapat menghemat anggaran miliaran rupiah,” terangnya.

Seperti diketahui, industri semen nasional dihadapkan pada kondisi sulit, ketika terjadinya kelebihan pasokan over supply hingga 35 juta ton. Di sisi lain, perusahaan semen asing terus merambah ke dalam negeri baik melalui penambahan kapasitas, maupun ekspor. Kondisi ini mengancam keberlangsungan perusahaan semen eksisting dan perusahaan semen BUMN.(jek)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here