PT SIC Ngaku Tak Nyuri Pasir

0
444
AREA kawasan lahan di Bandara Letung terlihat dari atas.f-istimewa

Pihak perusahaan PT Subota Internasional Contractor (SIC), selaku pelaksana pekerjaan pembangunan perpanjangan runway Bandara Letung membantah karena dituding telah mengambil pasir di lahan milik warga bernama Julius untuk proyek tersebut.

ANAMBAS – Perwakilan PT SIC menanggapi hal ini, karena sebelumnya telah diberitakan berkali-kali di berbagai media cetak maupun media online.

Sonny, selaku perwakilan PT SIC menjelaskan, bahwa PT SIC benar sebagai pelaksana pekerjaan pembangunan runway di Bandara Letung dan telah melaksanakan kewajiban dengan baik yang dibuktikan dengan serah terima pekerjaan.

Ia mengatakan, PT SIC dalam proses pelaksanaan pekerjaan tidak pernah mendapatkan teguran dari pihak manapun, bahkan siapapun bahwasanya material yang digunakan dalam pekerjaan tersebut bertentangan dengan Surat Perjanjian (Kontrak) pelaksanaan yang dipegang oleh PT SIC.

”Tidak pernah pihak kami dapat teguran dari pihak manapun atau dari siapapun,” ujar Sonny ketika bertemu langsung dengan sejumlah awak media di Rumah Makan Laluna, Tarempa, Sabtu (10/11).

Ia juga membantah, bahwa PT SIC tidak mengenal dan mengetahui saudara Julius yang mengaku sebagai pemilik lahan.

Pada pemberitaan sebelumnya, Julus yang dalam pengakuannya telah menjadi pihak yang dirugikan karena pasir yang ada dalam lahannya telah diambil oleh PT SIC.

Baca Juga :  Tingkatkan Kepatuhan Berkendara, Polres Gelar Operasi Zebra

Ia juga menerangkan, tidak pernah membuat kesepakatan apapun dan tidak pernah menggunakan pasir yang dimaksud dalam kerangka pelaksanaan pekerjaan.

”Belum ada kesepakatan apapun dengan pemilik lahan. Kami tidak pernah menggunakan pasir tersebut, dalam kerangka pelaksanaan pekerjaan. Justru Julius yang aktif menghubungi PT SIC, agar bersedia menggantikan kerugian menurut dia,” terang dia.

Kata Sonny lagi, PT SIC merasa tidak pernah diintruksikan oleh pemberi pekerjaan atau pihak Bandara Letung untuk membayar ganti rugi kepada saudara Julius.

Sebab, memang tidak ada yang salah dalam proses pekerjaan dengan penggunaan material dalam arti tidak ada material milik orang lain atau pihak lain dalam pekerjaannya.

”Pihak PT SIC dalam konteks pekerjaan ini, hanya berkomunikasi dengan pemberi pekerjaan atau pihak Bandara Letung. Sehingga, tidak ada kewajiban untuk berkomunikasi dengan siapa saja pemilik lahan yang ada di sekitar Bandara Letung,” jelasnya, dalam konferensi pers dengan awak media.

Sonny menambahkan, PT SIC sudah melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintahan Desa dan mengukur bersama area yang dimaksud saudara Julius.

Ternyata hasilnya, area yang diklaim oleh yang bersangkutan berada di luar pagar Bandara Letung.

Baca Juga :  Sejak 2013, 42 Orang Terinfeksi HIV

Pihaknya juga menolak dengan tegas, atas komplain dari pihak tertentu yang menyatakan PT SIC melakukan penambangan di areal sekitar Bandara Letung.

Ia juga meminta kepada siapapun untuk membuktikan telah terjadi penambangan dan melanggar UU Minerba atau peraturan lainnya yang mengatur tentang minerba.

Untuk itu, PT SIC bersedia menanggung resiko apabila memang ditemukan pelanggaran dalam pelaksanaan pekerjaan terkait pencurian pasir.

Sekaligus mempersilahkan pihak yang merasa dirugikan, untuk membuktikan hal itu dan menempuh proses hukum.

Sonny sebagai staf lapangan PT SIC mengungkapkan, setelah masalah ini dilaporkan kepada Kepolisian Resort Kepulauan Anambas pernah bertemu dengan saudara Julius.

Pada pertemuan itu, lanjut Sonny, yang bersangkutan menyerahkan dokumen tentang tanah yang diklaimnya sebagai miliknya.

Akan tetapi, menurut PT SIC ditemukan hal-hal yang tidak sinkron antara satu data dengan data lainnya.

Misalnya, Surat Keterangan Jual Beli nomor 05/2006/593 yang dibuat di Mampok tanggal 10 Mai 2006 dengan para pihak yang tidak memuat identitas secara lengkap baik penjual maupun pembeli.

Lalu kemudian, timbul Surat Keterangan Riwayat Tanah Pemilikan Penguasaan Penggunaan Tanah nomor 038/SKRT/XI/2017 yang di register oleh Kepala Desa Bukit Padi dan Camat Jemaja Timur.

Baca Juga :  Festival Padang Melang Ditunda Usai Lebaran

Akan tetapi didalam kepemilikan disebutkan, berdasarkan Surat Keterangan Jual Beli nomor 04/2006/593 tanggal 10 Mei 2006.

”Berdasarkan data yang dimaksud diatas, harga penjualan tanah dari yang bernama Agustina kepada Julius yang transaksinya pada tahun 2006 untuk tanah seluas 20.000M2 adalah sebesar Rp500 ribu,” katanya.

PT SIC tidak pernah menolak untuk memberikan informasi yang benar, tentang pelaksanaan pekerjaan baik dari rekan-rekan media atau pihak berkepentingan lainnya sepanjang menyangkut apa yang dipermasalahkan oleh saudara Julius.

Ia juga mengatakan, PT SIC merasa telah dirugikan nama baik oleh saudara Julius.

Pihak Komisi III DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, yang tengah melaksanakan reses yang ke-III turut akan mengecek persoalan ini ke lapangan dalam waktu dekat.

Sehingga, persoalan pengerukan pasir menjadi atensi untuk diselesaikan terlebih ada dugaan pengerukkan pasir tanpa izin dilahan milik warga untuk proyek pekerjaan perpanjangan runway Bandara Letung.

Sehingga, muncul dugaan kerugian bagi pemilik lahan kurang lebih Rp5 milliar dari sekitar 25 ribu kubik pasir. (INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here