Publikasi Caleg Kalah Dibandingkan Presiden

0
237
Huszniar Hood

TANJUNGPINANG – Publikasi calon anggota legislatif di Indonesia maupun di Provinsi Kepulauan Riau jauh kalah dibanding dengan publikasi calon presiden yang bertanding pada pemilu serentak kali ini.

”Publikasi caleg kalah dengan publikasi pendukung masing masing capres,” kata Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Kepri Husnizar Hood kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Akibat kalah publikasi menyebabkan caleg caleg yang akan memperebutkan kursi anggota DPRD provinsi kabupaten hingga DPR RI dan DPD kurang dikenali pemilih. Survei lembaga nasional mendapatkan hasil, caleg DPRD kabupaten hanya dikenal 50 persen lebih. DPRD Provinsi dikenal 55,7 persen. Sedangkan caleg DPD dan DPR di atas 63 persen.

Menurut Husnizar, kondisi panjangnya masa kampanye menyebabkan caleg memainkan berbagai macam strategi yang saat ini bisa dilihat oleh publik. Misalnya, kata dia, mereka yang memiliki modal kampanye banyak atau diistilahkan pelari jarak jauh sudah mulai kampanye jauh jauh hari hingga jelang pemilihan. Namun caleg dengan model pelari jarak pendek akan memilih menjaga stamina sehingga logistik pemilu untuk kampanye disimpan dahulu.

”Nanti menjelang waktu kampanye habis baru bergerak menemui pemilih,” katanya menjelaskan model kampanye.

Disebutkan, sepinya kampanye juga disebabkan aturan dari penyelenggara pemilu yang membatasi pemasangan baleho dan spanduk. Jika memasang stiker ukuran kecil tak terlalu nampak oleh pemilih.

”Aturan KPU yang sangat membatasi caleg mengenalkan diri di lapangan menyebabkan warga juga terbatas melihat siapa yang akan maju menjadi wakil mereka,” katanya.

Padahal  untuk melakukan sosialisasi langsung, jelas Nizar, waktu masing panjang dan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Inilah menyebabkan caleg masih menahan diri untuk bergerak di tengah tengah masyarakat. Dua bulan jelang kampanye, lanjutnya, akan ramai yang gerak.
Kalau sekarang masih menyimpan energi.

”Menyikapi masalah ini masing-masing caleg punya strategi unggulan yang tak mungkin mereka keluarkan di saat waktu kampanye masih lama. Kecuali seperti pelari jauh yang mulai berlari   jauh sebelum sampai tujuan. Jangan sampai sebelum 17 April logistik habis,” katanya. (pat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here