Pudarnya Jiwa Sosial di Era Globalisasi

0
1279
Lisdawati

Oleh : Lisdawati
Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, FISIP,UMRAH

Manusia sebagai makhluk sosial artinya manusia sebagai warga masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat hidup sendiri atau mencukupi kebutuhan sendiri. Setiap manusia cenderung untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan bersosialisasi dengan manusia lainnya. Sebagai makluk sosial manusia selalu hidup berkelompok dengan manusia yang lain.

Dewasa ini bekomunikasi melalui gadget membuat banyak orang menjadi malas berinteraksi secara langsung. dengan adanya teknologi canggih ini mengobrol dengan teman, telepon atau mengirim pesan kepada rekan, diskusi dengan anggota kelompok sudah dapat di lakukan lewat aplikasi chat atau instant message. Dunia dapat menjadi hening karena pertemuan secara nyata berkurang. karena semua serba digital. Ada yang mengatakan “gadget menjauhkan yang dekat, mendekatkan yang jauh”. ini fakta yang sedang kita hadapi karena kurang nya interaksi secara langsung mengakibatkan informasi yang sangat dekat menjadi tak terasa, sedangkan informasi yang sangat jauh dapat dirasakan secara langsung bahkan beberapa saat setelah informasi tersebut dibuat.

Baca Juga :  Pertanggungjawaban di Hadapan Allah SWT

Banyak di kalangan remaja terutama mahasiswa yang mengerjakan tugas hanya bermodalkan browsing di dunia maya mengutip tulisan, copy paste, dan tugas selesai. mereka hanya memikirkan cara instant dan kemampuan menulis pun kurang dari adanya penggunaan gadget yang berlebihan. generasi nunduk yang disebut sebagai generasi yang ketergantungan akan gadget, dia tidak akan dapat dipisahkan dengan gadget. Orang tersebut akan menjadi gelisah bahkan tidak dapat beraktifitas jika tanpa gadget. Saat ini, berkomunikasi dan membangun eksistensi diri sudah menjadi begitu mendesak. Jika tidak terkoneksi dengan dunia maya rasanya seperti terisolasi dari dunia atau bahkan seperti menjadi buta yang tidak tahu apa-apa.

Baca Juga :  Racun-racun Hati

Perlu adanya kesadaran dengan menggunakan gadget pada tempatnya, karena sangat ironis sekali ketika ada diskusi mereka sibuk dengan gadget mereka dan tidak peduli dengan apa yang didiskusikan, dan ketergantungan gadget ini berdampak juga pada minat membaca buku dan hasilnya ketika disuruh berbicara di depan tidak dapat berbuat apa-apa. ini yang membuat generasi muda bobrok akan intelektual mereka, banyak perkumpulan anak muda saat ini sering kita lihat tetapi lebih banyak perkumpulan itu digunakan untuk bermain game dan hasilnya mereka sibuk sendiri tanpa ada manfaat atau ilmu yang di bawa pulang setelah itu. Kenapa ini bisa terjadi di negeri kita?

Baca Juga :  Benang Merah yang Hilang

Disini lah peran orang tua sangat penting banyak yang meganggap remeh tetapi dampaknya nyata ada di hadapan kita, salah satu faktor yang menjamur nya generasi nunduk ini ketika orang tua memberi gadget pada anak nya di usia yang sangat dini hingga mereka tidak lagi minat dalam membaca dan asik dengan bermain game setelah pulang sekolah tak lagi bermain diluar bersama teman2 yang lain. Hal inilah yang terjadi hingga dewasa dan itu menjadi sebuah kebiasaan yang tak dapat di hilangkan. *** 

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here