Pulau Ajab Tak Boleh Dijual !

0
768
BUPATI Bintan H Apri Sujadi didampingi Kepala DPMPTSP-Naker Hasfarizal Handra memberikan keterangan pers.f-yendi/tanjungpinang pos

BINTAN – BUPATI Bintan H Apri Sujadi menginstruksikan, agar aparat pemerintah Kecamatan Mantang, desa sampai ke perangkat RT/RW untuk memantau Pulau Ajab (Ajab Island), yang diisukan dijual di luar negeri melalui situs online. Bupati menegaskan, tidak boleh menjual pulau tersebut.

Meski tidak ada penjualan pulau, Bupati Bintan H Apri Sujadi langsung menanggapi, penyebaran informasi melalui situs iklan penjualan pulau privateislandonline.com. Situs yang diduga berada di Kanada ini, telah melakukan penawaran penjualan Pulau Ajab seharga Rp 44 miliar.

”Tak boleh menjual pulau itu. Apalagi kepada pihak asing,” tegas H Apri Sujadi usai mengadakan pertemuan dengan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Naker Hasfarizal, Kasatpol PP M Insan Amin, Dinas Perhubungan dan sejumlah OPD terkait, di Bintan Buyu, Selasa (16/1) kemarin.

Baca Juga :  Duh.. Murid TK Dua Kali Dicabuli di Bintan, Pelakunya Tak Ketahuan

H Apri Sujadi menjelaskan, penjualan pulau sama sekali tidak dibenarkan dan telah melanggar ketentuan Undang Undang. Sesuai Pasal 33 ayat 3 Undan Undang 1945, bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara.

”Penjualan pulau sama sekali tidak dibenarkan. Yang diperbolehkan itu adalah pengelolaan potensi pulau tersebut. Dan itu, harus sesuai aturan-aturan yang berlaku,” jelas bupati.

H Apri Sujadi menyatakan, Pemkab Bintan tidak mengetahui terkait adanya penjualan Pulau Ajab di wilayah Kecamatan Mantang tersebut. Pemkab Bintan baru mengetahui isu itu, setelah ada pemberitaan di media massa dan mengecek situs online. Saat ini, Pemkab Bintan sudah meminta agar jajaran terkait untuk mengecek, siapa saja pemilik lahan yang ada di Pulau Ajab.

Baca Juga :  Hore... Insentif Triwulan Ketiga RT/RW Cair

”Informasi sementara yang berhasil kami himpun, lahan di Pulau Ajab tersebut dimiliki banyak pihak,” ujarnya.

Bupati meminta agar para pemilik lahan di pulau seluas lebih kurang 27 hektare ini, segera berkoordinasi dengan Pemkab Bintan dalam pemanfaatan potensi lahannya. Koordinasi ini bisa melalui Camat Mantang dan DPMPTSP-Naker Bintan. Sehingga, bisa potensi pulau bisa dikembangkan melalui investasi pariwisata. Agar nilai ekonominya jauh lebih tinggi, dibandingkan dijual kepada pihak asing.

”Saya sudah instruksikan kepada camat, aparatur desa sampai ke tingkat RT/RW, untuk terus memantau perkembangan terkini Pulau Ajab tersebut. Kita juga berharap agar BPN bersinergi,” kata H Apri Sujadi.

Baca Juga :  Bupati Segera Daftarkan Warga ke BPJS

”Sekali lagi saya tegaskan, Pulau Ajab tak boleh dijual kepada asing,” sambungnya.

Kepala DPMPTSP-Naker Bintan Hasfarizal Handra mengatakan, sampai saat ini tidak ada penjualan pulau di wilayah Bintan. Pihak terkait sudah menelusuri informasi upaya penjualan Pulau Ajab di situs online itu.

”Jual beli lahan di pulau itu, boleh dilakukan oleh WNI. Kalau jual pulau, itu dilarang. Apalagi kepada pihak asing di luar negeri. Sampai sekarang, tidak ada penjualan pulau,” tutup Hasfarizal Handra.(YUSFREYENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here