Pulau Bintan Dianaktirikan

0
585
Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Kepala BP Batam Lukito saat meninjau lokasi KEK Galang Batang, Bintan beberapa waktu lalu.f-istimewa

Mbs: Ada tiga Pemerintah yang duduk di pulau Bintan yaitu Pemprov, Pemko,dan Pemkab tetapi tetap saja pulau Bintan lambat perkembanganya dibanding dgn pulau Batam. Luas pulau Bintan 60.091 Km2 sangat potensial utk ditawarkan ke investor. Pulau Batam itu sudah stagnasi masih saja dipaksakan utk dibangun. Ada apa dgn pulau Batam? saya berharap Pak Gubernur Nurdin Basirun dapat menjelaskan kepada rakyat Kepri mau dibawa kemana pulau Bintan ini? apakah ada tekanan dari pemerintah Pusat bahwa pembangunan harus dimulai dari pulau Batam. Kalau Batam sudah muntah baru ke pulau bintan? ketidak meratanya pembangunan membuat rakyat pulau Bintan sengsara perputaran ekonomi lemah dan lesu karena tidak ada industri atau pabrik yg dapat menghidupkan sendi sendi kehidupan apa Bpk Gubernur tega melihatnya janganlah bapak hanya tebar pesona saja, rakyat butuh kerja jangan takut dgn keinginan Pusat yang hanya membangun Batam saja sedangkan pulau Bintan diabaikan dimana letak keadilanya?.
+6281314992494

Benahi Peraturan dan Pejabatnya
Pk gub klau mau bcara investasi msk d benahi dlu praturan, prankat pjabat yg dibwh dan diaturannya hrs jelas.. sangat sulit bp mau meyakinkan,. dpn bapak pasti manggut2 aja investor… setelah survei di lapangan tidak sesuai dgn yg bapak promosikan…
+6281285033344

TANGGAPAN:
Saya sudah langsung betemu Presiden RI Joko Widodo, dan langsung menemui sejumlah menteri di Jakarta agar Kepri menarik bagi investor. Presiden dan para menteri langsung merespon akan membantu kelancaran investasi di Provinsi Kepri ini. Perintah Presiden Jokowi dalam pertemuan itu minta kementerian menindaklanjuti dan mencari aturan agar tidak menghambat investasi di Kepri. Itu sebagai upaya mendukung penuh dan memperlancar investasi di Kepri.

Baca Juga :  Kawal Pembangunan Wilayah FTZ

Kementerian yang kami temui adalah Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Sekretaris Kabinet. Semua menteri mendukung. Sesuai pertemuan dengan Presiden sebelumnya. Dalam petemuan dengan Menteri Perhubungan dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan membahas tentang beberapa perizinan yang masih belum tuntas terutama untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Bintan. Semua langsung diproses. Sementara untuk KEK Pulau Asam, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan langsung menurunkan tim. Tim ini akan ke Pulau Asam untuk mengecek perubahan status untuk mempercepat Pulau Asam menjadi KEK.

Baca Juga :  Tanjungpinang Bakal Bedelau

Ibu Menteri memerintahkan dirjen dan deputinya agar langsung diproses. Di Seskab juga selain pembahasan perkembangan pertemuan dengan Presiden, juga dilakukan pembahasan tentang pembangunan pasar. Karena dana untuk pembangunan pasar ada di Kementerian PU dan Perumahan Rakyat. Seskab akhirnya janji akan menyurati Kementerian PU.

Intinya agar memprioritaskan pasar di Ibu Kota Kepri, Tanjungpinang. Usai pertemuan dengan tiga Menteri, saya langsung memimpin pertemuan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Kepri. Dalam dua hari ini, Selasa dan Rabu, saya bolak balik Jakarta-Batam-Tanjungpinang-Jakarta-Tanjungpinang.

Baca Juga :  Dimana Mencari Buku Toponimi Tanjungpinang?

Ada tujuh proyek strategis yang diperjuangkan. Proyek-proyek itu adalah Pembangunan Jembatan Batam Bintan (Babin), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh, KEK Galang Batang, KEK Pulau Asam, Pengembangan Pelabuhan Batu Ampar, Pengembangan dan Modernisasi Bandara Hang Nadim dan Pembangunan LRT (Light Rapit Transit) Batam.

Semua proyek-proyek itu sudah disetujui Presiden Jokowi. Intinya kita terus berupaya melakukan terbaik dan kita harus sama-sama menjaga Kepri agar tetap kondusif dan nyaman. Kondisi Keamanan sangat berpengaruh terhadap masuknya investasi. (mas/ais)

Nurdin Basirun
Gubernur Kepri

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here