Pulau Eksotis Anambas Siap Sambut Turis

0
832
EKSOTIS : Pulau Bawah, salah satu pulau di Anambas yang eksotis dan diyakini bisa menyaingi Maladewa.

Bandara Letung jadi Pintu Gerbang Wisata

Sektor wisata Anambas sangat menarik. Namun, belum masuk wisatawan ke sana. Pemprov pun menggesa agar pintu masuk wisata ke Anambas dibuka. Pulau eksotis Anambas pun siap sambut turis.

Anambas – Dengan demikian, sektor wisata Anambas bisa menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mengungguli sektor wisata lainnya di provinsi lain.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri H TS Arif Fadillah menuturkan, pemerintah provinsi saat ini sangat mendorong percepatan pembangunan di Anambas.

Pintu masuk atau gerbang wisata bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke sana harus disiapkan aksesnya. Sehingga bisa memberikan dampak positif ke depan.

Di sana, terdapat lokasi wisata yang sangat menawan seperti pantai pasir Padang Melang dan Pulau Bawah.

Dua kawasan ini bisa menyaingi kawasan wisata terkenal lainnya di Indonesia bahkan dunia. Karena indahnya kawasan Pulau Bawah, legenda hidup sepakbola dunia, David Beckham pun sudah mengagendakan kunjungannya ke sana.

Namun, kawasan wisata Anambas belum terakses selama ini. Kini, sudah dibangun Bandara Letung. Di dekat bandara ini, terdapat hamparan pasir pantai Padang Melang.

”Salah satu kunjungan kita ke Anambas, mengecek kesiapan bandara yang saat ini sudah jadi. Kita ingin bandara itu menjadi pintu akses utama, orang ingin datang berkunjung ke pulau yang eksotis itu,” ujar Arif, kemarin.

Menurut dia, Anambas tidak kalah menarik dari Raja Ampat. Banyak pulau-pulau terkecil lainnya di kawasan itu tersembunyi dan belum digarap untuk menjadi nilai jual wisata yang baik.

Sehingga, Pemprov Kepri ingin terus mendorong menciptakan Anambas bersaing dan lebih dikenal dunia.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, menambahkan, pembangunan Anambas perlu digesa. Meskipun belum besar perhatian pusat seperti ke Natuna, namun jika sama-sama optimis dan bergotong royong, pemerintah pusat pun tidak akan tinggalkan Anambas untuk mendorong percepatan pembangunan di sana.

”Kita lihat Natuna saat ini, masing-masing menteri berbondong-bondong membangun. Kita ingin tidak hanya bandara, melainkan fasilitas lainnya pun perlu kita dorong bersama. Kita tidak ingin Anambas di nomor duakan,” tegas politisi NasDem Kepri tersebut.

Nurdin ke Anambas sengaja memboyong sejumlah kepala dinas seperti Kadis PU, Perkim, Pariwisata, Perhubungan, Pertanian dan Kelautan, serta instansi vartikal lainnya supaya mendorong pembangunan di Anambas dan memberikan dampak positif bagi Kepri ke depan.

Sebelumnya, Kadis Perhubungan Kepri Jamhur Ismail menyampaikan, pembangunan Bandara Letung di sana sudah hampir 100 persen selesai. Pihaknya saat ini terus menggesa Kemenhub RI serta membuka akses rute maskapai untuk hilir mudik ke kawasan salah satu pulau perbatasan Kepri tersebut.

”Kami saat ini terus berkoordinasi dengan Menhub, serta maskapai-maskapai yang ada di Jakarta bahwa akses Bandara Letung, perlu menjadi atensi mereka,” terang Jamhur.

Tahun 2017 ini kata dia, Pemprov Kepri tidak hanya ingin melobi agar penambahan rute pesawat Tanjungpinang ke Medan, Padang serta kota besar lainnya. Melainkan, penambahan rute kapal perintis antarpulau pun terus digesa ke pemerintah pusat.

”Permohonan sudah masuk, seperti sebentar lagi membuka akses dua kali Garuda dari Tanjungpinang-Jakarta, itu sedang kami upayakan,” tukasnya.

Prioritas Bangun Bandara
Gubernur Kepri H Nurdin Basirun minta Pemkab Anambas prioritas membangun Bandara Letung daripada pembangunan lainnya.

Hal ini disampaikan saat Nurdin mengunjungi Bandara Letung bersama rombongan, Selasa (14/3) kemarin.

”Saya minta prioritaskan bangun bandara ini dulu,” tegas Nurdin kepada Wabup Anambas Wan zuhendra

Penegasan Nurdin agar Pemkab Anambas lebih mengutamakan pembangunan Bandara Letung, karena menurutnya, ini salah satu pintu akses utama maju dan berkembangnya Anambas ke depan.

”Saya minta prioritaskan dulu yang besar-besar. Yang kecil biarkan dinas yang urus,” pinta Nurdin.

Sepanjang di Bandara Letung, Nurdin miris melihat kondisi jalan utama masuk ke bandara. Pasalnya, masih belum dilakukan pengaspalan. Sedangkan pembangunan fasilitas dan runway bandara saat ini sudah 80 persen selesai.

”Saya minta pembangunannya kita bangun sama-sama. Saya minta pemkab siapkan proposalnya biar saya yang mohon agar anggarannya bisa segera,” beber Nurdin.

Tidak hanya fasilitas jalan raya yang belum diaspal, melainkan belum tersedianya listrik di kawasan bandara tersebut. Hal ini tentu juga menjadi beban bersama antara Pemkab Anambas bersama Pemprov Kepri.

Bahkan Nurdin mengatakan, tidak membedakan pembangunan antara Natuna dan Anambas saat ini. Hanya saja, Natuna lebih dulu diprioritaskan karena Natuna saat ini salah satu program prioritas Menteri Pertahanan.

”Tidak ada membeda-bedakan antara membangun Anambas dengan Natuna. Hanya saja Natuna lebih didulukan. Ke depan kita juga dorong setelah Natuna, baru pembangunan di Anambas. Karena pulau ini memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan daerah lain yang harus kita jaga,” bebernya.

Kadis PU Kepri Abu Bakar menambahkan, terkait DED dan anggaran pembangunan jalan utama masuk ke bandara sudah dianggarkan antara pemerintah provinsi, pemkab dan pemerintah pusat melalui Kementerian PU.

Abu menyampaikan, khusus untuk membangun jalan raya pemerintah sudah menganggarkan lebih kurang Rp 39 miliar untuk jalan raya.

”Anggarannya sekitar Rp 39 miliar,” tukas Abu.(Suhardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here