Pulau Perbatasan Batam-Singapura Harus Ada Simbol NKRI

0
160
Pulau Putri yang ditata dan dibangun untuk menjadi destinasi parawisata di Batam.

BATAM – Dua dari empat pulau terluar Batam membutuhkan pembangunan simbol Indonesia. Selain itu, pembangunan penahan ombak dibutuhkan agar tidak habis terkikis air.

Diharapkan, walau pembangunan tidak besar, namun dapat menampung aktivitas warga. Sehingga kehidupan di Pulau Pelampong dan Pulau Batu Berantai terlihat.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Batam, Wan Darussalam, Kamis (23/5) mengungkapkan kondisi dua pulau yang masih batu. ”Sekarang kan masih batu. Nanti (minta) dibangun, agar ada aktivitas,” kata Wan.

Ia mengatakan, jika pemerintah pusat membangun dua pulau terluar itu, pihaknya berkomitmen mengembangkan. Apalagi dua pulau itu merupakan kawasan strategis nasional. Sekaligus, untuk menegaskan jika empat pulau terluar Batam itu, merupakan batas negara.

”Sehingga bisa menjadi batas tata negara yang sudah conform,” sambungnya.

Disebutkannya, pengembangan juga menjadi komitmen Pemko Batam termasuk untuk membantu ekonomi masyarakat. Seperti halnya yang dilakukan di Pulau Putri, dan saat ini masih dalam proses pembangunan untuk pariwisata Batam.

”Pak Wali ada program di Pulau Putri, Nongsa untuk pengembangan. Itu juga kita lakukan di pulau terluar lain. Pulau Putri sudah pembangunan untuk wisata,” bebernya.

Sebelumnya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Pemko Batam, Yusfa Hendri menyampaikan kepada Komite I DPD RI untuk membantu perjuangan anggaran, membangun Pulau Pelampong dan Pulau Batu Berantai.

Jika disetujui pemerintah pusat, maka empat pulau terluar di Batam, akan terbangun. Dua pulau terluar yang sudah dibangun, Pulau Nipa dan Pulau Putri. Saat ini, Pulau Nipa yang pengembangan untuk basis pertahanan juga untuk pengembangan ekonomi terbatas.

Diharapkan, dilakukan pembangunan pulau-pulau terluar dan daerah perbatasan, sehingga bisa terintegrasi. Perangkat camat dan kelurahan di perbatasan bisa dimanfaatkan juga untuk memaksimalkan fungsi pulau terluar.

”Kami minta diberikan masukan ke pemerintah pusat, terkait strategi pengembangan pulau terluar. Sehingga bisa menjadi wilayah yang memberikan nilai ekonomi dengan pengembangan,” harap Yusfa. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here