Pulau Tolop Ditawarkan ke Singapura

0
5192
Amsakar

Batam – Pulau Tolop jaraknya sangat dekat Belakangpadang, Batam. pulau ini ditawarkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim), Luhut Binsar Panjaitan kepada Singapura untuk berinvestasi, selain di Pulau Nipah.

Perusahaan BUMN Singapura, Tamasek Group direncanakan akan berinvestasi di pulau yang belum masuk kawasan Free Trade Zone (FTZ) atau kawasan ekonomi khusus (KEK) itu.

Luhut akan berkunjung ke Pulau Tolop dan kawasan industri di Kabil. Kunjungan akan berlangsung, Jumat (10/3) dengan mengajak Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Hatanto. Diperkirakan, kunjungan ke Batam, terutama Pulau Tolop, terkait dengan tawaran investasi dengan Singapura.

”Kami belum tahu rencana selanjutnya untuk Pulau Tolop, tapi itu masih wilayah Pemko Batam,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar.

Amsakar belum bersedia komentar banyak soal Pulau Tolop, karena belum tahu rencana pastinya. Demikian dengan peruntukan pulau itu, sesuai dengan rancangan RTRW Batam.

Baca Juga :  ATB Bantu ke Pelaku Usaha Pariwisata

”Kita tunggu perkembangan informasinya. Pastinya, kita harus sejalan dalam membangun ekonomi masyarakat,” kata Amsakar.

Sementara Direktur Humas dan Promosi BP Batam, Purnomo Andiantono mengatakan, Pulau Tolop belum masuk FTZ.

”Setahu aku belum masuk FTZ. Nanti aku cek dulu ya. Wewenangnya bukan di BP Batam. Tapi kurang tahu, apakah di Pemko atau Provinsi,” kata Andi saat ditanya keterlibatan BP Batam dalam kunjungan Luhut ke Pulau yang dekat dengan Singapura itu.

Di pihak lain, anggota Komisi I DPRD Batam, Tumbur M Sihaloho mengatakan, terkait Pulau Tolop, harusnya Pemko Batam dilibatkan. Alasannya, Pemko Batam merupakan pemilik pulau di dekat Belakangpadang itu. Daerah itu merupakan daerah yang tidak masuk wilayah FTZ.

”Itu daerah yang tidak masuk FTZ, jadi bukan dibawah BP Batam. Harusnya Pemko proaktif,” pinta Tumbur.

Baca Juga :  Semua Jalan Bakal Dilebarkan

Walau bukan daerah FTZ, ke depan Pulau Tolop diperkirakan akan berubah status. Pulau Tolop berpotensi berubah status menjadi FTZ atau kawasan ekonomi khusus (KEK). Status itu nantinya yang mungkin ditawarkan dalam memperecapat realisasi investasi Singapura.

Tubur mengingatkan Pemko Batam agar cepat bersikap terkait pulau itu. Disarankan Pemko Batam melakukan pembicaraan dengan Menteri Dalam Negeri, Menteri Koordinator Kemaritiman, sehingga, Pemko dilibatkan sejak awal.

”Jangan sudah berubah status, baru dipertanyakan. Pemko harus dari sekarang membicarakan,” imbuhnya.

Luhut menawarkan kepada CEO Temasek Holding, Ho Ching, untuk berinvestasi di Batam, Bintan, dan wilayah Karimun yang dekat dengan Singapura. Termaksud ke Pulau Tolop dan Nipah.

Temasek sendiri memiliki saham di PT Bank Danamon Indonesia yang masuk (BDMN) Tbk. Termasuk melalui Fullerton Financial Holdings Pte.

Baca Juga :  Tak Tertib, Ban Mobil Dikempesi

Saat ini, BDMN memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp46 triliun yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Temasek juga memiliki investasi di sektor telekomunikasi Indonesia, melalui anak usaha dengan kepemilikan 54 persen saham, yakni SingTel.

Perusahaan telekomunikasi itu memiliki saham operator seluler terbesar Indonesia, yaitu di PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) sebesar 35 persen.

Kata Luhut, Pulau Nipah dan Pulau Tolop, berpotensi dijadikan usaha gudang logistik. Luhut akan ke Batam didampingi Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Wakil Menteri ESDM, Kepala BKPM, Kepala SKK Migas, Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Dirut PT. Pelindo I, Dirjen Pengembangan Destinasi.(Martua)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here