Pulihkan Ekonomi, BI Minta Perbanyak KEK

0
428
Gusti Raizal Eka Putra

BATAM – Banyak hal yang bisa memulihkan ekonomi Kepri seperti pembangunan Jembatan Batam-Bintan, kemudian perlu diperbanyak Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan masih banyak lagi.

Pihak Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri mengeluarkan rekomendasi untuk pemangku jabatan penting di Kepri soal pertumbuhan ekonomi Kepri tahun 2018 ini.

Rekomendasi itu diyakini akan meningkatkan perekonomian Kepri sesuai arah kebijakan BI tahun ini. Dimana salah satunya, pemulihan agar dapat tertransformasikan ke dalam pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, seimbang dan inklusif.

Kepala BI Kepri, Gusti Raizal Eka Putra mengatakan, pihaknya turut mendorong elektronifikasi di pelabuhan feri penumpang di Batam dan Tanjungpinang.

Bank Indonesia telah melakukan koordinasi dengan operator pelabuhan, yakni Badan Pengusahaan (BP) Batam, PT Pelindo I dan PT ASDP serta perbankan di wilayah kerja BI Kepri, terutama Bank Himbara yang memiliki alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) dan uang elektronik.

”BI Kepri telah melakukan pengembangan perluasan elektronifikasi transaksi non tunai di Pondok Pesantren Darul Falah yang berada di Batam,” katanya.

Pengembangan itu diakui dilakukan dengan program pengembangan perluasan penerapan non tunai di lingkungan pondok pesantren.

BI Kepri diklaim telah berhasil memfasilitasi Pondok Pesantren Darul Falah untuk bekerja sama dengan BNI Syariah dalam melakukan kerja sama untuk mengubah transaksi pembayaran di lingkungan pondok pesantren dari tunai menjadi non tunai.

”BNI Syariah telah memperoleh izin dari Bank Indonesia untuk melakuka co-branding antara Pondok Pesantren Darul Falah, BNI Syariah dan PT BNI (Persero),” sambung Gusti.

BI Kepri juga telah melakukan pembukaan kas titipan di Tanjung Balai Karimun dan Natuna, dan saat ini sedang menjajaki kemungkinan pembukaan kas titipan di Anambas.

Selain itu, BI juga melakukan layanan kas keliling dalam kota maupun luar kota untuk menjamin dan meningkatkan kualitas uang rupiah yang beredar.

”Untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan penukaran uang yang layak edar, kami telah meluncurkan aplikasi BI Santun. Saat ini, sudah ada 35 bank yang tergabung dalam aplikasi tersebut,” imbuhnya.

Gusti memprediksi pertumbuhan ekonomi Batam tahun 2018 tumbuh sekitar 4,2 sampai 4,6 persen. Melihat mulai membaiknya pertumbuhan ekonomi global dan juga adanya harapan kerja sama pemerintah daerah sendiri.

”Optimisme karena pemulihan ekonomi global di 2018 akan mempengaruhi harga komoditas yang diperkirakan akan meningkat didorong peningkatan permintaan global,” jelasnya.

Dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kepri, Gusti mengusulkan proyek strategis untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Seperti pembangunan Jembatan Batam Bintan, pengembangan Pelabuhan Batu Ampar, pengembangan dan modernisasi dan sarana Bandara Hang Nadim. Selain itu, KEK di Kepri diusulkan di beberapa tempat.

”Diantaranya KEK Tanjungsauh, Pulau Asam di Kabupaten Karimun dan yang sudah ada saat ini, KEK Galang Batang di Kabupaten Bintan,” bebernya mengakhiri. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here