Puluhan Rumah Warga Tergenang Banjir

0
160
Perumahan di kawasan Sido Mukti, Kelurahan Pinang Kencana tergenang air saat hujan turun

TANJUNGPINANG – Wajah sedih menyelemuti puluhan warga Tanjungpinang, menyaksikan air masuk ke dalam rumah saat hujan turun.

Mereka tidak bisa berkata-kata, berusaha secepat mungkin mengamankan berbagai alat eletronik milik mereka. Begitu juga dengan lemari beserta tempat tidur.

Hujan yang mengguyur Tanjungpinang, Kamis (6/12) pagi sekitar satu jam lebih itu, mengakibatkan genangan air di rumah warga hingga di atas selutut orang dewasa.

Pantauan Tanjungpinang Pos, air masuk ke dalam 12 rumah warga dan surau di kawasan Perumahan Seraya I, Kelurahan Batu 9. Ini baru terjadi satu bulan terkahir yang diduga dampak pembangunan ruko di samping Taman Batu10, Tanjungpinang.

Banjir juga terjadi di kawasan Kampung Sido Mukti, Kelurahan Pinang Kencana. Ketinggian banjir di kawasan ini, sepinggang orang dewasa. Serta Perumahan Taman Harapan Indah (THI), Kecamatan Tanjungpinang Timur sudah menjadi langganan genangan air saat hujan turun.

Selain itu, belasan titik jalan raya juga tergenang air. Kendaraan roda empat sulit melintas. Begitu juga dengan roda dua, jika tidak hati-hati bisa jatuh.

Meski hujan sudah berhenti sekitar dua jam, namun genangan air masih tetap tinggal di kawasan Perumahan Seraya I.

Terkait persoalan ini, warga meminta pemerintah melalaui Dinas PUTR Kota Tanjungpinang bisa mencarikan solusi yang cepat.

Kepala Dinas PUTR Kota Tanjungpinang, Hendri ST beserta Kabid Bina Marga PUTR Tanjungpinang, Zulhairi turun ke lokasi. Mereka melihat pesoalan di kawasa itu dan berupaya mencarikan solusi.

Ia menuturkan, penyelesaikan segera dengan melakukan pengerukan drainase di samping perumahan itu. Serta pelebaran gorong-gorong di samping Taman Batu10 Tanjungpinang yang kini sedang proses pembangunan.

“Solusinya kita minta pengembang melakukan normalisasi di dua titik ini menggunakan ekskavator milik mereka. Sebab, ekskavator milik PUTR sedang di gunakan di lokasi lain,” ucapnya.

Menurutnya, bila tidak dilakukan normalisasi maka genangan air di kawasan perumahan itu akan sulit kering sebab air tidak mengalir ke arah laut Sei Carang, Senggarang.

Terkait solusi jangka panjang, ia menilai perlu pembangunan drainase yang memadai dilakukan pihak pengembang di kawasan itu.

Salah satu warga Perumahan Seraya I, Okri menuturkan, persoalan banjir baru terjadi satu bulan terakhir di kawasan perumahan tersebut.

Ia berharap pengembang mau bertanggungjawab menyelesaikan banjir di kawasan itu, yang erat kaitannya dengan pembangunan ruko baru di kawasan Samping Taman Batu10 Tanjungpinang.

Hal senada disampikan Onggo salah satu anak pemilik rumah di kawasan perumahan itu. Ia khwatir hujan turun kembali di malam hari, sedangkan genangan air di kawasan itu belum kering.

“Harus segera dikerjakan ini, takut malam hujan lagi. Mengingat Desember curah hujan tinggi,” ucapnya sembari menyebutkan rumah Ibunya sudah ditinggikan tapi tetap terkena banjir.

ASN di lingkungan Pemko Tanjungpinang tersebut menuturkan, genangan air bisa digunakan untuk berenang saat ini.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Hj Rahma berjanji, usai tiba di Tanjungpinang akan membahas persoalan banjir yang terjadi di beberapa titik tersebut.

Rahma atas nama pribadi mengaku sedih melihat rumah-rumah warga yang tergenang. Bila ada kaitannya dengan pengembang, ia akan meminta OPD terkait memanggil dan menyelesaikan.

“Kita tidak larang pembangunan tapi jangan memberikan dampak lingkungan merugikan masyarakat, harus diselesaikan,” ucapnya yang kini berada di Jakarta mengikuti kegiatan Anti Korupsi bersama KPK.

Bila belum ada izin, ia meminta harus selesai izin baru membangun. Disertai dengan pengawasan pemerintah terkait pembangunan dilakukan.

Begitu juga dengan persoalan banjir di jalan raya akan diselesaikan. Menurutnya, perlu rapat khusus pembahasan ini.

Ia menuturkan persoalan banjir tidak bisa selesai dalam waktu dekat, perlu perencanaan dan pembahasan mengikuti mekanisme. Apalagi baru bekerja tiga bulan memimpin pemerintahan. “Berikan kami (H Syharul-Hj Rahma) waktu bekerja dulu, kami berjanji akan maksimal,” paparnya. (dlp/ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here