Puluhan Tahun Tak Punya Hindran

0
547
Puing KEBAKARAN: Warga saat melihat puing-puing sisa kebakaran yang terjadi Jumat (14/7) malam. F-ANDRI/TANJUNGPINANG POS

Kebakaran di Pelantar Teladan, Jumat (14/7) malam lalu masih menyisakan trauma bagi para korban dan tetangga-tetangganya. Warga mengaku sudah puluhan tahun tak ada hidran.

TANJUNGPINANG – Daerah Kampung Tambak sampai Pelantar Teladan tidak ada hidran. Sementara akses jalan masuk sangat sempit. Padahal rumah warga sangat padat. Novi, warga Jalan Tambak menyebut setiap kebakaran selalu hidran yang dipermasalahkan warga. ”Kalau ada Hidran, warga bisa dengan swadaya memadamkan api saat ada kebakaran. Tapi, Sementara itu, di sekitar lokasi kebakaran sudah tidak ada lagi dapur umum. Ada 23 Kepala Keluarga (KK) yang jadi korban kebakaran di Jalan Teladan Pelantar Gurindam VI RW X RT 4, Kelurahan Kemboja, Jumat (14/7) malam. Kini mereka butuh uluran tangan para darmawan.

Awalnya ada dapur umum untuk para korban, namun pada Minggu (17/7) dapur umum sudah tidak ada lagi. Semula dapur umum itu dibuat oleh Tagana Kota Tanjungpinang. Informasinya, dapur umum itu sudah ditutup pada Sabtu (15/7) malam. Alasannya, karena waktu darurat dianggap sudah berakhir. Warga yang rumahnya terbakar kini masih numpang di rumah saudara-saudaranya. Belum terlihat ada keluarga korban kebakaran yang berupaya membangun rumahnya yang sudah hangus terbakar. Puing-puing rumah sisa kebakaran juga masih terlihat. Dan garis polisi juga masih terpasang di lokasi.

Sebagian puing-puing rumah warga yang terbakar sudah hanyut terbawa air pasang, karena rumah yang terbakar umumnya rumah pelantar yang berada di atas air laut. Kini ada dua posko yang didirikan oleh Golkar dan masyarakat setempat.Amen, salah satu korban kebakaran telah pasrah atas musibah yang sudah tertimpah olehnya. Kebakaran mengakibatkan ia dan keluarganya kehilangan tempat tinggal hingga saat ini. Seluruh bangunan rumah berserta isinya hangus terbakar api. Yang tersisa hanya pakaian di badan.

”Saya tidak bisa buat apa-apa lagi. Pasrah saja.Kita harapkan ada bantuan dari pemerintah,” kata Ameng saat ditemui Tanjungpinang Pos di tempat kejadian kebakaran berada di Pelantar VI Tanjungpinang, Minggu (16/7). Saat kejadian kebakaran, pria berkulit putih tidak berada di rumah. Ia sedang berada di Batam karena bekerja. Saat kebakaran hanya istri dan kedua anaknya. Pada saat itu, kata dia, istri dan kedua anaknya sedang menonton televisi di rumahnya.

”Surat dan dokumen penting, surat nikah, kartu KK yang kami simpan di tas, bisa diselamatkan istri,” tegasnya. Ameng menceritakan, saat kebakaran istrinya awalnya tidak tahu, ia baru tahu saat tetangganya berteriak ada kebakaran. ”Hanya tas itu saja yang dibawa istri saya dari rumah. Semuanya terbakar. Tuh lihat sepeda motor saya tinggal kerangka. Saya, istri dan dua anak saya sekarang tinggal dengan keluarga,” singkat dia sambil menunjukkan kerangka sepeda motornya dengan mata merah.

Amen dan warga lainnya, masih terlihat di lokasi untuk mencari barang-barang berharganya yang masih tersisa. Ada yang sedang membersihkan pagar rumahnya menggunakan kain sambil menyiram air yang keluar dari selang miliknya, hingga menurunkan asbes serta kayu rumahnya yang sudah gosong terbakar. ”Untung saja hanya terkena bagian atap rumah. Alhamdulillah semua keluarga saya selamat dari musibah kebakaran,” kata salah satu korban. Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah menjanjikan akan memberikan bantuan. Tapi, bantuan berupa apa belum diputuskan.

”Kita saat ini sedang mendata berapa sih jumlah korban yang sebenarnya. Kerugian masyarakat yang jadi korban kebakaran,” tegasnya. Kata Lis, bantuan utamanya adalah perlengkapan sekolah karena mulai besok (hari ini, red) mulai masuk sekolah. “Saya perintahkan kepada Dinas Sosial untuk mendata berapa siswa yang rumahnya terbakar berapa,” tegasnya.

Masih kata Lis, bagi anak sekolah rumahnya terbakar, hari pertama sekolah tak masalah belum memakai baju seragam. Karena, baju seragam yang sudah dibeli banyak yang terbakar. ”Surat-surat penting yang terbakar milik warga, saya minta seluruh dinas terkait akan memberikan kemudahan dan gratis,” tegasnya.(ANDRI-ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here