Puncak Apresiasi Publik Terhadap TNI

0
364
Ines Suryati Tampubolon

Oleh: Ines Suryati Tampubolon
Mahasiswa, Ilmu Administrasi Negara, FISIP, UMRAH

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004, Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah nama sebuah angkatan perang dari Negara Indonesia. Di mata publik, citra Tentara Nasional Indonesia berangsur membaik. Institusi militer saat ini memiliki penghargaan sosial yang relatif tinggi dari berbagai kelompok masyarakat meski tak sepenuhnya terbebas dari kekurangan. Berawal dari citra yang penuh tudingan pelanggaran pada awal reformasi 1998, TNI perlahan memperbaiki eksistensinya dengan berbagai perubahan struktural.

Perubahan yang paling berpengaruh dalam sejarah TNI pasca refomasi adalah penghapusan dwifungsi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) tahun 1999 yang berlanjut dengan reformasi internal TNI. Dengan konsep ini, TNI dipisahkan dari Polri sejak tahun 2001 dalam lingkup tugasnya dan fokus pada aspek pertahanan keamanan Negara. Patut dicatat komitmen TNI untuk netral dalam pemilu. Tidak terlibat politik praktis, penghapusan bisnis militer, dan penguatan doktrin militer.

Tak dimungkiri, pascareformasi publik meraskan perubahan mental dan dedikasi yang signifikan dari anggota TNI secara umum. Pemenuhan asas netralitas TNI dalam pemilu dan tak mencampuri ranah politik sipil oleh aparat, nyaris taka da yang mempersoalkan lagi. Demikian pula kritik publik agar TNI menjauh dari bisnis supaya fokus pada penguatan doktrin kemiliteran, cenderung kian jarang terdengar

Sebagian besar publik mengapresiasikan kinerja personel TNI Angkatan Darat dalam memulihkan keamanan di daerah konflik dan menjaga harga diri Negara dari pihak asing. Secara umum, mayoritas publik menyatakan puas terhadap kinerja TNI dalam berbagai Tugas. Hamper setiap 7 dari 10 responden menyatakan puas dengan kinerja aparat TNI dalam berbagai aspek penyelenggaraan fungsinya. Aspek yang paling tinggi aspirasinya adalah dalam menjaga kedaulatan Negara, sedangkan yang relative rendah adalah dalam menjaga hak asasi manusia (HAM).

Sekitar 70 persen lebih publik cenderung percaya bahwa hingga kini masih ada oknum angota TNI yang bersedia mengamankan perusahaan tambang atau perkebunan yang terlibat konflik tanah dengan rakyat. Selain itu, lebih kurang 60 persen publik masih percaya ada oknum terlibat dalam mengamankan usaha mafia pencurian hasil laut. Masalah besar bagi publik jika ada anggota TNI yang berpaling dari tugas terhadap bangsa dan Negara dengan menyediakan jasa pengamanan bagi perusahaan swasta.

Demikian pula permasalahan laten TNI dalam menjalin komunikasi dan relasi dengan Negara RI. Sejumlah konflik antara anggota TNI dan polri masih kerap terjadi. Mayoritas publik menilai, meningkatnya frekuensi konflik antara anggota TNI dan Polri bisa menandakan relasi kedua institusi dalam tahap mengkhawatirkan,

Menjaga kepercayaan publik, untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan publik TNI harus senantiasa berkomitmen terhadap apa yang telah dicanangkan yakni reformasi internal. Secara konsekwen harus mematuhi dan melaksanakan berbagai langkah perubahan yang tertuang dalam reformasi internal. Karena terbukti langkah TNI yang “On The Track” menjalankan reformasi intenal tersebut telah mampu meningkatkan derajat kepercayaan publik.

TNI dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya harus memegang teguh koridor Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004, utamanya menyangkut masalah operasi baik OMP maupun OMSP. Dalam masa damai, TNI harus senantiasa meningkatkan kegiatan-kegiatan OMSP, operasi yang bersifat bantuan dan operasi kemanusiaan lainnya. Karena padasarnya operasi militer didunia internasional lebih dikenal dengan operasi Civic Mission itu memiliki derajat yang sama dengan operasi militer untuk perang.

Yang tidak kalah pentingnya untuk menjaga kepercayaan publik adalah kemampuan dan kesanggupan dari seluruh prajurit TNI itu sendiri. Setiap individu prajurit mulai dari pangkat tertinggi sampai pangkat terbawah adalah pelaku “Public Relation”.

Apa yang dilakukan prajurit seketika akan dilihat dan tersebar ke publik. Setiap individu harus mampu menjaga citra sebagai prajurit rakyat, prajurit professional dan prajurit nasional. Hindarkan perbuatan yang dapat menoda citra TNI dan hindari sikap dan perilaku yang menyakiti hati rakyat. Jangan sampai setitik noda akan merusak susu sebelanga. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here