Pungli, Tim Saber Tangkap Pegawai ASDP

0
1175
Jumpa pers: Kapolda Kepri Irjend Sam Budigusdian memberi keterangan pres terkait penangkapan dua pegawai ASDP yang diduga melakukan pungli, Kamis (20/4). Dua pelaku dikawal petugas (atas).f-MARTUA/tanjungpinang pos

BATAM – Tim Saber Pungli Polresta Barelang melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dua petugas PT ASDP di Pelabuhan roro Telaga Punggur, Batam, Rabu (19/4).

Kapolda Kepri, Irjen Sam Budigusdian mengatakan, dua pelaku tertangkap saat meminta pembayaran Rp 4,8 juta dari korban, tanpa menggunakan tiket, atas jasa pelabuhan Roro.

Selain uang itu, aparat kepolisian dari Tim Saber Pungli juga mengamankan uang hasil pungli sebesar Rp 37 juta dari brankas.

Diduga pungli dilakukan dalam penentuan dan pemungutan tarif muat kendaraan ke kapal Roro, Tanjunguban, Tanjung Balai Karimun dan Dabo Singkep. Kejadian penangkapan berlangsung, sekitar pukul 13.00 WIB hari itu.

Diungkapkan Sam, awalnya terungkap setelah 17 April lalu, tim Saber mendapat informasi dari masyarakat ada indikasi pungli di pelabuhan roro Telaga Punggur. Berangkat dari itu, tim penyidik Polresta Barelang bergerak dan melakukan operasi tangkap tangan terhadap Fendy.

Baca Juga :  Firdaus Prioritaskan SMSI Menjadi Konstituen Dewan Pers

”Di tangkap setelah menerima uang dari saksi atas pembayaran tarif muat kendaraan yang masuk tanpa menggunakan tiket ke kapal roro,” ujar Sam, Kamis (20/4).

Setelah itu, aparat kepolisian melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti uang itu. Selain itu diamankan juga uang Rp 37 juta hasil pungli selama sembilan hari mulai 11 sampai 18 hari.

”Diamankan juga satu brankas tempat penyimpanan uang Rp 37 juta,” kata Sam.

Tim juga mengamankan dari petugas pelabuhan, Fendy RN dan Defi A, uang senilai Rp 3,352 juta sebagai uang pembayaran tidak menggunakan tiket.

Ada manifes kapal roro KMP Lome Tujuan Tanjung Balai Karimun, tanggal 12, 17 dan 19 April 2017. Ada laporan produksi dan pendapatan tiket terpadu terjual per sift, 12 dan 17 April 2017.

Baca Juga :  Pertamina Luncurkan BBM RON 92 di 16 SPBU

”Tersangka Fendy dan Defi merupakan pegawai BUMN di PT ASDP. Fendy yang menerima uang dan yang menyuruh, Defi,” terang Kapolda.

Dijelaskannya, dua petugas itu melakukan pungli dengan cara menilai golongan kendaraan, menjadi lebih tinggi dan memaksa pengguna jasa membayar sesuai keinginan oknum ASDP.

”Oknum petugas melaporkan jumlah pendapatan tiket tidak sesuai atau lebih kecil dari jumlah pendapatan tiket yang sebenarnya dan dimuat dalam manifes,” bebernya.

Keduanya diminta diberhentikan dari tugasnya sebagai pembelajaran kepada petugas lainnya. Sama seperti dilakukan terhadap petugas di Bandara Hang Nadim, yang diberhentikan, turun pangkat hingga dikembalikan ke Kementerian.

Baca Juga :  Pemprov Turun Tangan Atasi Banjir Batam

Di tempat terpisah, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Hatanto, menegaskan jika ada tertangkap tangan melakukan pungli, agar diberhentikan.

Hal yang sama diakui dilakukan pihaknya. Dimana di Bandara Hang Nadim, sudah beberapa orang diberhentikan atau diturunkan jabatan.

”Ada diberhentikan, diturunkan jabatan dan ada yang dikembalikan ke Kementerian Perhubungan,” katanya.

Pelabuhan ASDP Punggur sendiri merupakan aset BP Batam yang pengelolaannya dilakukan PT ASDP. Selama ini, banyak keluhan dalam pelayanan di pelabuhan ASDP Telaga Punggur yang bersebelahan dengan pelabuhan domestik yang dikelola BP Batam.

Sehari sebelumnya, Rabu (19/4), tim Saber Kepri dan Batam, mengamankan dua orang pelaku pungli. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here