Pura-pura Bertamu, Incar Rumah Mewah

0
942
DIAMANKAN: Empat dari enam pelaku spesialis pencuri rumah kosong diamankan polisi. f-zakmi/tanjungpinang pos

Maling Jakarta Beraksi di Tanjungpinang 

Tanjungpinang dikepung aksi kejahatan selama Maret hingga April. Para pelaku beraksi besar-besaran. Untungnya, belasan pelaku berhasil ditangkap.

TANJUNGPINANG – BERAGAM aksi kejahatan yang dilakukan para pelaku mulai dari, pencurian ponsel, motor, percobaan pencabulan, pembobolan ATM, hingga pembobolan rumah kosong.

Bahkan, pelaku sempat melakukan aksi bejatnya saat mencuri di rumah korban dengan memegang bagian sensitif tubuh korban.

Aksi ini dilakukan pelaku saat korban sedang tidur. Karena tubuhnya digerayangi, korban pun terbangun. Lantaran aksinya sudah ketahuan, pelaku langsung mengancam korban dengan kayu.

Dari rumah korban, pelaku membawa kabur satu unit ponsel Oppo. Aksi tersebut dilakukan dua pelaku yakni, Fery Ardiansyah alias Penot (19) dan Ramizan alias Taufik (17). Kedua pelaku ini warga Tanjungunggat, Tanjungpinang. Pelakunya ditangkap jajaran Polsek Bukit Bestari.

Aksi pencurian tas merek Hermes dan kacamata merek Gucci serta emas juga dilakukan Suryadi alias Adi sdi Jalan Basuki Rahmat Gang Tempinis III. Pelaku beraksi di rumah kos. Pelaku ditangkap Reskrim Polsek Bukit Bestari.

Rinaldi dan Riyan Triantono juga diamankan jajaran Polsek Bukit Bestari lantaran mencuri sepeda motor Yamaha Vega BP 4027 FI di Jalan Lingga, Bukit Bestari.

Kemudian, Polsek Bukit Bestari mengamankan Denny Rizkyyardi pelaku pencurian ponsel I-Phone 5S di Jalan Ir Sutami, Warnet Whynet.

Tiga pelaku juga beraksi membobol ATM Bank Mandiri dan BRI di Jalan Sulaiman Abdullah. Pelakunya adalah, Alfian Kurnia alias Pak Cik (38) warga Batam, Syahfrizal Siregar alias Izal (37), warga Tanjungpinang dan Didi (DPO).

Kasus pembobolan ATM ini ditangani Polsek Tanjungpinang Barat sesuai wilayah hukum kerjanya. Namun, satu orang masih DPO dan sudah dikantongi identitasnya.

Jajaran Polsek Tanjungpinang Barat juga menangkap pelaku pencurian spesialis rumah kosong. Rata-rata korban mereka adalah, rumah mewah dan ditinggal pemiliknya.

Enam pelaku pencuri spesialis rumah perampok rumah kosong berhasil dibekuk Unit Reskrim Polsek Tanjungpinang Barat dibekuk di dua tempat berbeda.

Dua ditangkap di daerah Baloi Batam dan empat lagi ditangkap di Hotel BBR Tanjungpinang, tanggal 29 Maret.

Keenam pelaku yakni Bachtiar alias Tiar (33) asal Jakarta, Hendrianto (33) Pekanbaru, Depriwaldi (38) Pekanbaru, Abdul Fattah Ami Putra alias Edo (27) Pekanbaru, Handri Miswar alias Bob (39) asal Jakarta dan Amelia Ami Putra (34) asal Pekanbaru.

Saat beraksi para pelaku mempunyai peran masing-masing dari yang mengawasi keadaan, mengambil barang di rumah para calon korban dan menampung hasil curian.

Di Tanjungpinang keenam pelaku beraksi di tiga Tempat Kejadian Perkara (TKP) yakni di dua di Jalan Nila dan di Jalan Bhayangkara Gang Tongkol.

Dalam beraksi para pelaku mencari rumah korban dengan bermodus mengetok rumah korban yang berpura-pura sebagai tamu.

Apabila tidak ada yang membuka pintu rumah, para tersangka mulai beraksi. Sementara yang menjadi target mereka adalah rumah-rumah mewah. Saat beraksi, para pelaku lebih memilih pada pagi hari.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Joko Bintoro mengatakan, pada 25 Maret, para pelaku yang sudah menginap di Hotel BBR bergerak menggunakan dua sepeda motor mencari rumah kosong. Setelah tiba di Jalan Nila menghentikan sepeda motor dan menuju rumah korban.

”Tiar dan Hendrianto menuju rumah korban dan menggedor pintu depan serta pintu belakang rumah tetapi tidak ada jawaban,” katanya.

Joko menyebutkan, saat beraksi kedua pelaku menggunakan obeng serta kunci lainnya yang sudah dimodifikasi.

Usai membuka pintu rumah pelaku, pelaku Tiar masuk ke kamar tidur dan mengambil uang Rp 3 juta dan satu kalung emas putih beserta liontin. Sedangkan pelaku Hendrianto menunggu di depan rumah.

”Sedangkan Edo dan Defriwaldi menunggu di atas sepeda motor. Usai mengambil barang milik korban, keempat tersangka kembali ke hotel,” ungkapnya.

Menurutnya, barang-barang hasil curian di bagi rata. Setiap pelaku mendapatkan Rp 500 ribu. Sedangkan kalung emas beserta liontin disimpan oleh tersangka Amelia. Para pelaku juga beraksi di Jalan Bhayangkara Gang Tongkol dengan modus yang sama.

”Di waktu yang sama para pelaku beraksi. Dari rumah korban pelaku mengambil Rp 19.900.000 rupiah, satu laptop, dua handphone,” jelasnya.

Para pelaku kembali beraksi pada 29 Maret lalu di Jalan Sukarno Hatta Gang Nila. Masing-masing pelaku menjalankan peran sesuai tugas.

Di sini para pelaku mengambil uang 2.000 dolar Singapura yang tersimpan di dalam lemari pakaian. Usai beraksi para pelaku kembali ke hotel.

”Uang hasil curian diserahkan kepada Amelia untuk ditukar di Batam dan para pelaku masih menginap di Hotel BBR,” bebernya.

Atas adanya laporan dari korban, unit reskrim Polsek Tanjungpinang Barat melakukan penyelidikan.

Kapolres menyebutkan, dari penyelidikan itu, para pelaku berhasil ditangkap pada 29 Maret sekitar pukul 11.30. Pertama ditangkap Hadri Miswar dan Abdul Fatah di Jalan Pantai Impian.

Kepada polisi, kedua tersangka mengaku telah melakukan pencurian bersama Defriwaldi dan Hendrianto yang mana saat itu sedang berada di Hotel BBR kamar 218. Sedangkan Bachtiar dan Amelia yang merupakan suami istri ini ditangkap di daerah Tiban Batam sekitar pukul 23.30.

Dari tangan para pelaku polisi mengamankan barang bukti berupa dua unit sepeda motor, satu buah besi ulir yang sudah dimodifikasi, satu obeng, satu laptop, dua handphone dan barang-barang curian lainnya.

Kapolres mengungkapkan, kelima para pelaku dijerat dengan pasal 363 dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara.

”Amelia dijerat dengan pasal 480 KUHP dengan ancaman penjara 4 tahun,” ujarnya.(RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here