Pusat Belum Serahkan Rumah Nelayan

0
31
SEJUMLAH rumah nelayan di Semente alami kerusakan dan butuh perbaikan dan sampai saat ini belum diserahterimakan dari Pemerintah Pusat. f-hardiansyah/tanjungpinang pos

Fasilitas perumahan nelayan di wilayah Semente, Kecamatan Bunguran Barat masih belum lengkap. Ini menjadi alasan, kenapa rumah tersebut tidak kunjung ditempati hingga saat ini.

NATUNA – Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan Natuna Hendra Kusuma mengatakan, selain ada beberapa fasilitas yang belum lengkap maka perumahan itu juga belum diserahterimakan ke daerah dari Pemerintah Pusat.

”Kemudian, setiap rumah juga belum dipasang pompa air. Jadi masih banyak yang perlu dibenahi jika ingin ditempati,” kata Hendra Kusuma, di Kantor Bupati Natuna, Senin (3/12).

Saat ini, kata Hendra, pihaknya tengah berkoordinasi dengan pihak Kementerian PUPR untuk pemanfaatan rumah nelayan itu. Sebab, ada beberapa bagian rumah sudah ada yang rusak seperti atap plafon dan kunci rumah.

”Kita ingin pemanfaatan rumah itu bisa maksimal. Karena wilayah Semente jauh dari kota, tentunya akan ada beberapa kendala yang terjadi nanti,” paparnya.

Agar rumah itu dapat difungsikan, Hendra menyebutkan, beberapa rumah akan dihuni oleh warga sambil menunggu fasilitas rumah dilengkapi.

”Untuk beberapa rumah yang sudah lengkap, akan segera kita fungsikan. Nelayan yang menempati adalah yang sudah terdata sebelumnya,” tutupnya.

Berdasarkan pantauan dilapangan, dari 38 unit perumahan nelayan di Semente ada beberapa rumah yang sudah tidak layak lagi dan perlu adanya perbaikan.

Selain itu, ketiadaan air salah satu kendala perumahan ini belum bisa difungsikan. Sampai diterbitkannya berita ini, belum ada satupun pihak perusahaan PT Citra Andika yang bisa dikonfirmasi lebih lanjut terkait fasilitas perumahan nelayan belum lengkap.

Sejumlah warga merasa takjubnya, terhadap model rumah yang dibangun untuk nelayan di kawasan Semente, Kecamatan Bunguran Barat.

Mereka menganggap, rumah itu minimalis namun terlihat mewah dan indah.

Puluhan rumah yang dibangun di atas lahan sekitar 3 hektare itu, terpantau berjajar rapi dengan penataan halaman dan sistem drinase yang apik.

Corak rumah yang didominasi dengan warna putih bercampur oranye, dengan atap berwarna cokelat menimbulkan kesan minimalis tapi megah. Kemegahan semakin kentara, dengan adanya sistem penataan halaman rumah.

Di bagian depan setiap rumah, terdapat area taman bunga yang dikelilingi jalan berbeton.

”Indah sekali rumah-rumah nelayan ini. Kelihatan megah ya,” kata Arya, seorang warga yang bertandang ke komplek perumahan itu, Sabtu (1/12) kemarin.

Menurutnya, untuk ukuran Natuna rumah-rumah itu terkategori sebagai rumah yang mewah karena bentuk, model, tatanan dan bahan materialnya yang serba modern.

Lokasinya masih asri nan alami, karena berada di kawasan hutan yang jauh dari kebisingan juga menyumbangkan rupa kemegahan bagi perumahan itu.

”Terpikat juga saya melihatnya. Indah sekali masalahnya,” sambung Arya.

Hal sama juga diakui Hari, warga lainnya. Menurut Hari, suasana yang sunyi akan menambah kenyamanan bagi mereka yang akan menempatinya kelak.

”Bukan dia saja yang kepincut, saya juga pengen. Tidur siang di sini pasti nyaman,” timpal Hari

Namun begitu, mereka berdua menyayangkan keberadaan perumahan yang tidak kunjung ditempati itu. Karena kalau tidak, kemungkinan akan muncul masalah baru.

”Tapi sayang belum boleh ada yang nempati. Bahaya juga kalau gak buru-buru ditempati, nanti bisa saja rumahnya rusak dan bisa-bisa berdampak hukum,” tuntas Hari.

Perumahan Nelayan Semente selesai dibangun oleh Pemerintah Pusat, dalam Kementerian Perikanan RI pada tahun 2016 lalu.

Perumahan ini diperuntukan bagi nelayan untuk mendukung program pemerintah, yang hendak mendrop nelayan dari luar daerah ke Natuna. (HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here