Pusat Bisnis Kota Lama Banjir

0
50
Banjir yang terjadi di pusat bisnis karena hujan dan air laut pasang naik ke jalan raya. f-suhardi/tanjungpinang pos

Hujan deras ditambah tingginya air laut naik pasang selalu menjadi ancaman bagi warga yang tinggal wilayah pesisir Tanjungpinang. Seperti Senin (3/12), banjir merendam pusat bisnis di Kota Lama Tanjungpinang. Diperparah dengan hujan sejak pagi hari.

TANJUNGPINANG – Dampaknya, pusat bisnis hampir lumpuh karena banjir. Aktivitas di pusat bisnis sempat terhenti dan sepi pengunjung. Hanya beberapa becak dan motor melintas.

Ketua RT setempat, Wison mengatakan banjir terjadi selain karena curah hujan tinggi, bersamaan dengan air laut pasang, membuat kawasan bisnis lumpuh.

Sambung dia, seperti tahun sebelumnya, bulan Desember, warga yang tinggal di pesisir mulai khwatir banjir.

Banjir di kawasan pusat bisnis termasuk Jalan Tengku Umar juga disebabkan karena saluran drainase tidak berfungsi dengan baik. Drainase tersebut sudah sekian tahun tidak berfungsi lagi. Terutama parit di kawasan Pinang City Walk, baik dari sisi kanan dan kiri, tak berfungsi maksimal.

”Got-nya, sudah penuh dengan materi keras maupun lunak, sedangkan sisi jalan Merdeka yang kesumbat, hanya gara-gara plastik,” ujar Wison kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Sementara itu, Reni tokoh masyarakat Kota Tua menambahkan, memang persoalan banjir di Kota Lama bukan kali ini saja terjadi. Tapi, setiap bulan Desember tiba banjir juga tiba. Meskipun tidak ada hujan banjir tetap ada karena pasang ada pasang rob.

”Seperti biasanya selain banjir karena hujar deras juga disebabkan karena air pasang naik di pemukiman atau jalan protokol,” cerita Reni.

Reni bahkan tidak mempersoalkan, kondisi Kota Lama yang setiap tahun terus menjadi masalah tahunan. Hanya saja, sebagai tokoh masyarakat Tionghoa, dirinya meminta agar Pemko Tanjungpinang memecahkan persoalan kompleks di Kota lama tersebut.

”Memang kondisi banjir di kota lama sering terjadi apalagi akhir tahun ketika kondisi air pasang dalam. Mesti ada perencanaan dan penangganan ke depan karena kasian warga yang menjadi korban,”sebut Reni.

Reni menuturkan, bahwa belum lama ini pihaknya bersama dibantu Dinas Pertamanan dan beberapa masyarakat di Kota lama melakukan aksi normalisasi sampah yang selama ini tergenang bertahun-tahun tidak pernah di tangangi.

Sampah yang tergenang, menurut dia mayoritas ngendap di drainase hampir sepanjang ruas jalan arah Pasar Tradisional, Jalan Merdeka. Bahkan kata dia, satu kali ditanggulangi sampah-sampah yang ngendap di drainase itu mampu lebih dari 5 truk per hari.

”Normalisasi hanya sifatnya untuk menghindari parit yang tersumbat,” ujarnya. (SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here