Pusat Kuliner Digeser ke Batamcenter

0
70
Walikota Batam HM Rudi dan Wawako Batam Amsakar Achmad meninjau kawasan pusat kuliner bersama konsultan dan OPD Senin ( 25/6). F-istimewa/HUMAS PEMKO Batam

BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam, kini menyiapkan kawasan di Batamcenter, tepatnya dekat simpang Frengki atau di sampai Duta Mas sebagai pusat kuliner dan perdagangan. Pusat wisata kuliner dan perdagangan di Nagoya direncanakan akan digeser ke lokasi ini. Desainnya, sudah disiapkan dan pembangunan tahun ini dimulai. Sementara taman-taman milik penjual bunga, akan diambil alih.

Rencana itu diisampaikan Wali Kota Batam, HM Rudi saat meninjau jalan yang akan dilebarkan dan sisi lainnya, akan dijadikan pusat kuliner dan perdagangan itu, Senin (25/6) di Batam. Lahan itu diakui bagian dari row, yang merupakan tanah negara yang dipinjam pakai oleh perusahaan pemilik taman dan diambil alih Pemko.

”Rencana awal saya, ini kan pusat kota Batam. Selama ini kan di Nagoya, jadi itu kita geser dikit. Supaya disini menjadi pusat, tapi harus dipercantik dulu,” kata Rudi.

Disebutkan, satu titik kuliner disiapkan di daerah Simpang Frengki, sampai Duta Mas. Tidak jauh dari situ, di ruko-ruko, akan dijadikan sebagai pusat perdagangan. Untuk menjadikan pusat kuliner dan perdagangan, Pemko sudah meminta bantuan dari konsultan.

”Tidak sampai simpang Kabil. Itu kuliner. Kita minta desain dari konsultan tamatan Belanda. Satu dari Jerman, tapi tamatan Belanda juga,” sambungnya.

Diharapkan, nanti kawasan itu akan jadi pusat perdagangan dan kuliner, yang banyak dikunjungi warga dan wisatawan. ”Ruko dan taman kita tata. Kalau tidak, tidak menarik. Jadi pusat perbelanjaan yang berkelas, ekslutif. Desainnya bagaimana sore orang ingin datang kesini,” harap Rudi.

Pusat kuliner diakui tidak sampai Simpang Kabil, namun sampai depan Duta Mas berhenti. Alasanya, lahan tidak cukup, karena akan dipakai untuk jalan. Namun diharapkan, lahan row jalan dan ruko-ruko yang akan dipakai, akan berdampak pada ekonomi masyarakat.

”Kita siapkan agar orang (dan pedagang) berniat pindah kesini,” imbuhnya.

Dipenataan awal, pihaknya menyiapkan desain taman dulu. Sekaligus penataan kawasan ruko-ruko disana. Sehingga kedepan bisa menjadi pusat perbelanjaan eksekutif yang akan berkelas. ”Berkelas, bukan (ekonomi) kelas atas, tapi menengah. Menengah ada, bawah ada,” ujar Rudi.

Dia mencontohkan kawasan kuliner dan perdagangan yang disebut, Vivo di Sinagpura. Menurutnya, di Jakargta belum ada pusat kuliner yang orang bisa berkumpul sampai 200 hingga 400 ribu. Berbeda dengan di Singapura dan Malaysia, yang bisa ramai sebanyak itu. Warga yang berkumpul disitu disebut sebagai masyarakat ekonomi menengah dan ke bawah.

”Makanya, kita siapkan desain untuk itu. Bagaimana sore hari orang mau datang ke sini. Kita cipatakan di sini pusat kuliner. Kalau capek belanja bisa makan. Makanya seluruh jalan tembus ini saya perbaiki semuanya,” kata dia.

Disebutkan, perbaikan jalan akan dilakukan sampai depan sekolah Yos Sudarso, sehingga akses kendaraan lebih mudah. Hasil penataan nanti, akan mendorong anak muda di Batam, memilih kawasan itu. Anak-anak muda akan berkumpul melepas lelah usah bekerja dan berbelanja dikawasan itu.

”Kalau hari ini mereka (anak muda) datang, ekonomi akan berkembang. Mudah mudahan tahun ini desainnya selesai. Tahun depan sudah bisa bangun. Sehingga Batam centre betul betul jadi kota,” harapnya.

Kawasan itu disiapkan sebagai pusat, sehingga disana apapun tersedia. Namun diingatkan, apapun yang dipasarkan di kawasan itu kedepan, harus berkualitas. ”Sehingga nanti bisa jadi contoh. Kuliner apa saja, semua lengkap. Tapi betul-betul yang punya kualitas. Buka nya sore sampai malam. Jadi kalau pagi sampai sore, jalan tetap lima lajur nanti,” imbuhnya.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here