Puskesmas Batu 10 Masuk Nominasi KLA

0
189
Kadinkes Tanjungpinang Rustam mendapingi tim verifikasi turun ke Puskemas Batu 10 Tanjungpinang, Senin (29/4) siang. F-ISTIMEWA

TANJUNGPINANG – Tim verifikasi Kota Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) meninjau Puskesmas Batu 10, Tanjungpinang, Senin (29/4) siang.

Puskesmas Batu 10, Tanjungpinang merupakan salah satu dari 40 puskesmas di Indonesia yang masuk nominasi penilaian KLA.

Pantauan di lapangan, tim verifikasi yang berjumlah dua orang tersebut, memasuki satu per satu ruangan yang akan dinilai di puskesmas tersebut.

Mereka melihat-lihat ruangan ibu menyusui atau Laktasi, ruangan imunisasi, tempat anak bermain yang berjarak aman dari ruang tunggu pasien serta beberapa ruangan lainnya.

Selain itu, mereka melakukan pertemuan dengan pihak puskemas untuk memastikan dokumen yang diperlukan telah disiapkan.

Tim penilai tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam serta Kepala DP3APM Kota Tanjungpinang, Ahmad Yani didampingi Kabid Perlindungan Anak, Evi.

Tim verifikasi, Ramos menuturkan, dari hasil komunikasi mereka di puskemas, bahwa di Puskemas Batu 10 memiliki program pendampingan ibu hamil.

Menurutnya, ini menjadi salah satu unggulan yang nantinya bisa di-share ke daerah lain atau minimal puskesmas lain yang ada di Tanjungpinang.

Selain itu, adanya program pembinaan remaja yang dilakukan petugas puskesmas tersebut juga penilaian tersendiri.

”Kita secara umum melihat ruangan-ruangan di Puskesmas Batu 10 Tanjungpinang sudah cukup baik. Hasil ini akan dibandingkan dengan puskesmas lainnya,” ujar Ramos.

Ditambahkannya, di Kepri hanya dua puskesmas yang masuk nominasi. Satu lagi yaitu Puskesmas Tanjung Uban, Bintan.

”Setelah kunjungan dari sini, besok kami menuju ke Puskesmas Tanjunguban,” paparnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam menuturkan, banyak program yang dilaksanakan Puskesmas di Tanjungpinang, terkhusus Batu 10.

Ahmad Yani menuturkan, dari tujuh puskesmas di Tanjungpinang, satu yang diusulkan mengikuti penilaian Kota Layak Anak.

”Alhamdulillah masuk nominasi. Mudah-mudahan masuk kategori, agar menjadi acuan puskesmas lain mengikuti program tersebut,” tuturnya.

Ia menilai, melalui program tersebut, bukan hanya sekedar mendapat sertifikat atau penghargaan, namun berupaya mendorong pemenuhan layak anak.

”Biasanya nantinya ada persentasinya. Misalnya Tanjungpinang dikatakan Layak Anak namun pemenuhannya baru 60 persen. Lainnya masih terus diupayakan, begitu juga dengan puskesmas ini nantinya,” tuturnya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here