Puskesmas Batu 10 Punya Alat untuk Terapi Kanker Serviks

0
472
PASIEN: Dokter saat mengecek kesehatan masyarakat. f-istimewa/dinas kesehata kota

TANJUNGPINANG – Ini kabar gembira bagi kaum perempuan di Kota Tanjungpinang. Saat ini Puskesmas Batu 10 sudah menyediakan layanan terapi Cryo (Cryotherapy) untuk penderita kanker serviks. Kata Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Pendidikan dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Rustam, alat untuk terapi cryo telah terpasang di Puskesmas Batu 10 Tanjungpinang. Peralatan ini adalah bantuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Dua orang petugas kesehatan juga telah menyelesaikan pelatihan untuk pengoperasian alat terapi tersebut. Yakni, Dr. Dian Oktavianti Putri dan Bidan Suryati. ”Kaum perempuan yang berusia 30 sampai 50 tahun atau sudah pernah berhubungan seksual perlu melakukan tes IVA,” tegasnya.

Diungkapkan Rustam, bagi yang positif IVA dapat dilanjutkan dengan terapi cryo. Terapi cryo sendiri prinsipnya adalah melakukan pembekuan sel prakanker serviks dengan gas nitrogen pada tekanan tertentu. Sel yang telah dibekukan Ini akan lepas sendiri dan berganti sel sehat setelah masa kurang lebih satu bulan. ”Tindakan cryoterapisudah bisa dilakukan mulai hari ini. Sampai dengan akhir tahun pelayanan dapat diberikan secara gratis untuk mereka yang sudah positif IVA,” tegasnya.

Kata dia, kesadaran perempuan untuk mengikuti tes IVA cenderung meningkatkan. Tahun 2016 ada 1.214 perempuan yang mengikuti pemeriksaan IVA dan hasilnya 25 positif. Tahun 2017 sampai dengan bulan Agustus saja sudah ada 1.491 yang mengikuti pemeriksaan IVA dengan hasil 11 positif. ”Ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai sebagai indikasi kemungkinan kanker serviks ringan sampai berat yang bisa dikenali,” tegasnya.

Yakni, keputihan berulang, perdarahan pervaginam di luar masa haid, nyeri panggul, susah Buang air kecil. Puskesmas yang memiliki fasilitas terapi cryo baru dua di seluruh Kepri yaitu Puskemas Batu 10 dan Tanjung Balai karimun. Kanker leher rahim (kanker serviks) merupakan kanker terbanyak yang diderita perempuan di Indonesia. Secara statistik, hampir setiap 1 jam terdapat 1 perempuan yang meninggal akibat kanker leher rahim.

Data rumah sakit sentral Indonesia terdapat 15.000 pasien baru kanker leher rahim setiap tahunnya, dan 8.000 di antaranya meninggal. ”Sudah ada alatnya untuk terapi bagi penderita. Sarana kesehatan sudah lengkap, ya kita minta kepada masyarakat untuk mengecek kesehatan jangan sampai terlambat,” tegas Rustam. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here