Puskesmas Seijang Akreditasi Utama

0
1089
DISKUSI: Ade Angga berbincang dengan masyarakat saat berada di Puskemas Sei Jang, Selasa (4/9). f-martunas/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Puskesmas Sei Jang Kota Tanjungpinang mendapat predikat akreditasi Utama dan menjadi satu-satunya di Kepri. Status akreditasi ini diperoleh setelah tim Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kementerian Kesehatan turun ke lapangan
untuk melakukan penilaian dan peninjauan.

Kepala Puskesmas Sei Jang drg Dewi Andriani menyampaikan, prestasi tersebut saat menerima kunjungan Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang Simon Awantoko didampingi Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga ke puskesmas itu, Selasa (5/9). ”Gedung puskesmas ini memang sempit. Tapi itulah hasil penilaian tim. Dan kami pun harus menyiapkan 700 berkas sesuai syarat yang ditetapkan. Alhamdulillah, kita dapat akreditasi utama,” jelasnya seraya menambahkan, ada kriterianya mulai dari dasar, madya, utama dan paripurna.

Kunjungan dewan dilakukan ke puskesmas itu bukan karena ada aduan atau masalah, tetapi ingin mengetahui kondisi pelayanan di puskesmas tersebut. Dewi Andriani menuturkan, karena banyak tugas, menjadi dilema bagi tim medis (dokter) dan paramedis (bidan dan perawat). Saat ini, banyak program di puskesmas itu. Terutama untuk pengobatan (kuratif).

Padahal, puskesmas itu tugas pokoknya lebih kepada tindakan sosialisasi (promotif) dan pencegahan (preventif). Bila tindakan sosialisasi dan pencegahan kurang, maka orang yang berobat makin banyak.  Kegiatan promotif yaitu penyuluhan mengenai kesehatan.

Preventif upaya pencegahan atau pengendalian penyakit serta kuratif yaitu tindakan pengobatan yang ditujukan untuk menyebuhkan penyakit. Pelayanan pengobatan pasien, di Puskemas Sei Jang urutan ke tiga tertinggi setelah Puskesmas Pancur dan Batu 10. Setiap hari, pihaknya melayani sekitar 210 pasien. ”Harusnya di tingkat puskesmas mengutamakan promotif dan preventif dengan cara melakukan kunjungan ke rumah-rumah,” ujarnya dalam pertemuan tersebut.

Kata dia, banyaknya pasien yang datang setiap hari, dikhawatirkan tidak memberikan rasa nyaman kepada pasien dan keluarga yang datang. Apalagi kondisi bangunan yang tak begitu besar. ”Kita saja kadang jalan di lorong-lorong harus saling pengertian dengan memerengkan badan. Belum lagi disediakan kursi, agar para lansia bisa duduk sambil menunggu. Jadi memang sempit, persoalan bangunan saja yang perlu ke depan ditingkatkan,” tuturnya.

Terkait jumlah tenaga di Puskemas Sei Jang, yaitu 60 orang yang terdiri dari medis, paramedis serta staf dengan jumlah 10 berstatus honor dan lainnya ASN. Simon menuturkan, sudah seharunya Puskesmas Sei Jang di perbaharui, apakah dengan mencari lahan atau merenovasi total bangunan yang sekarang. ”Mudah-mudahan ini dapat dibahas nantinya, setelah pembenahan Puskesmas Pancur dan Batu 10, ke depan harus dipikirkan yang Sei Jang lagi,” tuturnya.

Ade Angga mengapresiasi prestasi Puskesmas Sei Jang karena mendapat akrediatasi utama. Tentu ini menjadi awal untuk terus meningkatkan pelayanan lebih baik, menuju ke arah akreditasi paripurna. ”Jika penilaian pelayanan dan administrasi baik patut disyukuri. Ke depan bagaimana upaya memperbaiki bangunan Puskesmas Sei Jang diperbaiki apakah melalui APBN maupun APBD Pemko,” tuturnya.

Dewi menambahkan, hampir 95 persen operasional di Puskesmas Sei Jang dibiayai PBJS Kesehatan melalui peserta JKN-KIS. Sedangkan sisanya dari APBD Pemko. ”Ini diluar gaji dan tunjangan ASN yah, kalau operasional hampir 95 persen dari BPJS Kesehatan. Ada sekitar 19 ribu peserta BPJS Kesehatan yang dilayani di puskesmas ini,” tuturnya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here