Rafiq Minta Maksimalkan Potensi Desa

0
465
Dirjen Hultikultura Kementan Suwandi dan Bupati Karimun Aunur Rafiq pada ekspor perdana nenas dan pisang dari Kundur ke Singapura tahun lalu.f-alrion/tanjungpinang pos
Bupati Karimun Aunur Rafiq meminta Pemerintahan Desa untuk memaksimalkan potensi desa dalam mewujudkan masyarakat sejahtera dan pembangunan desa semakin maju.

KARIMUN – ”Kita berharap, pertumbuhan perekonomian masyarakat desa semakin baik. Dengan pemanfaatan secara optimal potensi desa, seperti BUMDes, untuk mengelola usaha dan menciptakan usaha baru,” kata Rafiq, kemarin.

Di Karimun, ada 42 desa dan masing masing desa beda potensi.

Ia mencontohkan, pengembangan wisata di pedesaan seperti desa Tanjung Batu Kecil, Desa Tanjung Hutan, Desa Parit, Desa Pongkar, Desa Pangke Barat dan masih banyak desa lainnya.

Pemerintah Desa dapat bersinergi dengan Dinas Pariwisata membuat event kegiatan untuk membuat orang tertarik datang ke desa.

Kegiatan yang dimaksud, seperti kegiatan tradisional, lomba sampan, perahu jong, layang layang atau membuat tempat olahraga.

Baca Juga :  TNI AD Berbagi Sembako ke Nelayan Desa Pongkar

”Untuk mewujudkan itu, Kepala desa dapat melihat Desa di Pulau Jawa yang sukses mengembangkan sektor wisata untuk meningkatkan ekonomi Desa. Atau studi banding, tentang pemanfaatan dana desa (DD) sehingga tepat sasaran,” jelasnya.

Dengan Dana Desa (DD), dan alokasi dana desa (ADD) dari APBD Karimun setiap tahunnya tentu bisa mendukung hal itu.

Pembangunan di desa sudah terlihat, hanya belum maksimal dalam hal peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

Ini menjadi perhatian ke depan Pemerintah Kabupaten Karimun.

Seperti halnya, terkait sektor pertanian di Kundur yang ke depannya akan berkembang. Sehingga, Rafiq menilai perlunya sektor pertanian terus dikembangkan.

Baca Juga :  Bawa Sabu-sabu, WNA Malaysia Diamankan

Setelah, pada tahun lalu berhasil melaksanakan ekspor perdana buah Nenas. Sehingga Pemerintah Kabupaten Karimun melalui Dinas Pangan dan Pertanian akan memberikan pelatihan atau membawa studi banding kelompok tani tentang pembuatan organik ke Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta.

Dinas Pangan dan Pertanian mengajak petani studi banding, atau mendatangkan nara sumber ke Karimun.

Tujuannya, untuk menggelar pelatihan tata cara pembuatan pupuk organik sebagaimana yang dilakukan petani di Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

”Dinas Pangan dan Pertanian Karimun diminta mendata jumlah petani atau masyarakat yang sumber pencahariannya hanya dari bertani. Tidak ada pekerjaan lain,” kata anggota DPRD Karimun, Rohani. Rabu (2/1) kemarin.

Baca Juga :  Jumlah Kunjungan Wisman Turun 6 Persen

Setelah didata, ditanyakan kembali apa kendala atau kesulitan petani. Untuk meningkatkan hasil produksi pertanian, apakah karena minimnya alat pengelolaan lahan atau kurangnya pemahaman tata cara bertani atau sulitnya mendapat pupuk subsidi dan mahalnya pupuk organik lainnya.

Kata dia, hal tersebut disampaikan setelah belum lama ini dia bertemu dengan petani di Kundur.

Petani menginginkan dapat pemahaman, tentang pembuatan pupuk organik dari beragam bahan bahan.

Apakah dari kotoran ternak atau limbah sayuran, buah dari pasar yang selama ini terbuang begitu saja di bak sampah. (ALRION)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here