Ragam Budaya Ramaikan BICC

0
317
Peserta yang ikut Batam International Culture Carnaval 2018. Acara itu meriah karena diisi dengan pelbagai penampilan dari banyak kebudayaan di Indonesia. f-istimewa/humas bp Batam

Acara Batam International Culture Carnival (BICC) yang diselenggarakan Badan Pengusahaan (BP) Batam berlangsung meriah. Masyarakat Batam menghabiskan akhir pekannya sembari menyaksikan penampilan-penampilan budaya dari berbagai komunitas daerah. Kegiatan itu berlangsung, Sabtu-Minggu (9/12) di Nagoya, Batam.

BATAM – Sejumlah kebudayaan tampil, seperti budaya Melayu dan nusantara. Ada penampilan kebudayaan dari India. Tampak sebuah delman yang di dalamnya berisikan berbagai warna warni pernak pernik India. Seperti ratusan jenis bunga, patung bersejarah, dan dua kuda di depannya.

Sementara dari warga warga Tiongkok, hadir barongsai. Jawa menampilkan reog, Betawi dengan ondel-ondel dan lainnya. Fastival ini berlangsung yang kedua kalinya. Setelah penampilan budaya dilakukan tahun lalu dari komunitas elemen masyarakat di Batam.

Penampilan diikuti 400-500 peserta dari berbagai budaya. Selain itu, dipamerkan juga jajanan kuliner. Seperti bakso, siomay, kerak telur, sate, dan masih banyak lagi. Menurut Ketua panitia, Dendi Gustinandar, sekitar 200 wisatawan mancanegara sudah konfirmasi akan hadir menyaksikan event ini.

Kebanyakan dari turis Korea 90 orang, selain itu Singapura dan Malaysia. Kegiatan bakal dikemas dalam penampilan budaya dari berbagai komunitas.

”Tanggal 9 ada penampilan barongsai, reog, kesenian topeng ireng, dan karya anak muda lainnya,” kata Dendi.

Kegiatan akan dimulai pukul 09.00 WIB bertempat di Simpang Martabak Har, Nagoya. Kemudian dilanjutkan pukul 13.00-17.00 WIB dengan agenda carnival dan culture.

”Karnaval diikuti 380 talent. Selain dari Batam, juga dari daerah Kepri lainnya, kota-kota di Indonesia yang membudayakan karnaval, terutama Jember dan ada empat atau lima dari internasional,” ujarnya.

Dendi menilai antusias wisatawan yang ingin hadir tahun ini lebih tinggi. Kegiatan yang ditampilkan juga lebih beragam. ”Kami berharap BICC ini jadi event yang ditunggu-tunggu dan mampu menggerakkan turis datang ke Batam. Apalagi infonya sudah jadi agenda Kementerian Pariwisata,” kata Dendi.

Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Budi Santoso mengatakan, Batam International Culture Carnival (BICC) yang diselenggarakan Asosiasi Karnaval Indonesia Provinsi Kepri bersama BP Batam. ”Ini kegiatan yang mendapat apresiasi dari dunia pariwisata internasional,” jelasnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Karnaval Indonesia (DPD Akari) Provinsi Kepri, Silvia Hilda Kusumaningtyas mengatakan, selain budaya India, Cina dan Nusantara, ditampilkan juga budaya Malaysia dan Singapura.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here