Rahma Minta KTP Bisa Selesai Sehari

0
279
Wakil Walikota Tanjungpinang Hj Rahma membantu mendiskusikan KTP elektronik warga yang sudah siap di Kantor Disdukcapil, Rabu (21/2) siang.

TANJUNGPINANG – Salah satu janji kampanye Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang, H Syahrul-Hj Rahma adalah menciptakan pelayanan publik yang tersistematis, mudah diakses masyarakat dan bahkan jemput bola ke
lapangan.

Untuk mewujudkan hal itu, Hj Rahma berulang kali mendatangi Kantor Disdukcapil Kota Tanjungpinang di eks Terminal Batu 6, Tanjungpinang termasuk, Rabu (20/2) kemarin. Usai melakukan sidak disiplin ASN ke beberapa kedai kopi.Hj Rahma pada kesempatan itu merasa kecewa melihat pelayanan di Disdukcapil Kota Tanjungpinang yang masih terkesan lambat.

Ia menatap wajah masyarakat yang penuh harap bahwa dokumen administrasi yang diinginkan bisa siap segera. Seperti diketahui bersama, pembuatan KTP-eletronik kini bisa siap dalam sehari, meskipun SOP-nya tiga hari.

Menurutnya, masih banyak warga yang mengeluh, membuat KTP-el maupun mengurus administrasi lainnya seperti Kartu Keluarga (KK) lebih dari seminggu.

Ia berharap bila tidak ada kendala teknis, maksimal tiga hari sudah menerima dokumen. Lebih baik kalau siap dalam sehari. Ini baru ada kerja nyata dan keinginan membangun pelayanan lebih baik.

”Saya mau demikian, semua bisa kalau diniatkan,” ucapnya yang juga didampingi Kabag Humas Pemko Tanjungpinang, Aan.

Rahma mengaku mengetahui hal ini karena ada masyarakat yang mengadu. Bahkan yang membuatnya kecewa, karena tidak dilayani dengan baik.

”Kasihan warga yang datang di lempar-lempar. Mereka datang ke sini ingin tahu kejelasan dokumennya. Kadang bapak-ibu lempar ke bagian ini dan itu. Dimana letak wajah saya ini di hadapan masyarakat yang mengadu,” ujarnya di depan beberapa kepala bidang dan ASN Disdukcapil.

Membuatnya semakin marah, ada petugas yang tidak ada di tempat. Bila seperti ini, Hj Rahma meminta ada yang menggantikan segera baru yang bersangkutan bisa ke luar.

”Dimana petugas di sini Ibu Kabid. Jangan seperti ini, warga menunggu. Petugas jangan seenaknya saja pergi harus ada yang menggantikan bila memang keperluannya mendesak dengan izin yang sah,” paparnya.

Bila ada ASN yang tidak mau di bagian pelayanan harus disampaikan secara tertulis ke BKSDM, nanti akan diproses.

Dituturkannya, bahwa dalam bertugas yang terpenting mental mau melayani. Jika tidak ada, maka sistem sebagus apapun tidak akan berjalan.

”Kalau sistem dijalankan dengan baik, satu orang saja yang kerja bisa selesai kok. Ini sudah ramai namun masih lama juga warga menunggu. Ayok bapak-ibu berbuat yang baik kepada masyarakat,” tuturnya.

Ia pun sempat mengomentari beberapa pelayanan bahkan mencoba membantu. Jangan ada alasan lagi, harus sigap. ”Mereka mengantre dari pagi, apakah tidak kasihan? Coba kalau bapak-ibu dibuat seperti ini,” ucapnya kepada para ASN sembari menunduk dan mengangguk tanda mengiakan.

Dituturkannya, bila KTP-el sudah siap, maka satu per satu warga dipanggil. Bila yang bersangkutan tidak di tempat, dokumen di letak di atas meja. Diberikan jangka waktu seminggu ke depan. Bila tidak datang juga, dibantu distribusi lewat camat atau kelurahan. (dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here