Rahma Sudah Tunjukkan Itikad Baik

0
1656

TANJUNGPINANG – Sejak berniat mencalonkan diri menjadi bakal calon Wakil Wali Kota Tanjungpinang,  Rahma sudah menunjukkan itikad baik dan mengikuti seluruh prosedur terkait keluar dari anggota PDIP Tanjungpinang.

Hal itu dibuktikan, dengan satu hari sebelum mendeklarasikan maju dan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang, Minggu 7 Januari lalu, Rahma sudah menyerahkan surat pengunduran dirinya ke Sekretariat DPC PDIP Tanjungpinang di Batu 9, Tanjungpinang.

Rahma mendeklarasikan diri maju bersama Syahrul, Senin (8/1) kemarin di Gedung Muhammadiyah, Batu 8, Tanjungpinang.

Dituturkannya, waktu itu surat pengunduran dirinya di terima penjaga Kantor DPC PDIP Tanjungpinang, Untung atas rekomendasi langsung dari Ketua DPC Tanjungpinang, Sukandar.

“Kami antarkan surat pengunduran diri ke Sekretariat PDIP itu sudah melalui komunikasi ke Pak Sukandar, jadi kalau dinilai tidak sesuai SOP serta tak diketahui kader lainnya rasanya kurang tepat yang disampaikan Pak Syahrial tersebut,” ujar M Agung Wiradharma yang juga menjadi tim advokasi Sabar (Syahrul-Rahma bersama rakyat) didampingi Rahma di rumahnya, Senin (30/4).

Agung menceritakan, dari hasil komunikasi awal, Rahma mengira Sukandar akan berada  di Kantor Sekretariat DPC PDIP  Tanjungpinang, siang itu. Ternyata kantor saat itu tertutup.

Kemudian Rahma datang ke Batu 5 Atas, tempat kediaman Sukandar, namun juga tidak ada ditempat.

“Waktu itu pengantaran surat pengunduran  diri Rahma juga disaksikan teman-teman wartawan,” terangnya.

Alasan yang diberikan Sukandar tidak berada di rumah karena sedang berobat. Kemudian M Agung berkomunikasi melalui via ponselnya agar diberikan petunjuk kapan dan dimana surat pengunduran diri Rahma tersebut bisa diantar.

“Jadi Pak Sukandar yang mengarahkan kami kembali ke sekretariat dan diminta menyerahkan surat pengunduran diri tersebut kepada Pak Untung, jadi kalau tanpa pengetahuan DPC itu keliru,” tuturnya.

“Kalau tidak ada arahan seperti itu,  kami tidak akan punya tanda terimanya. Pembicaraan dengan Pak Sukandar juga saya ada rekamannya, ” jelas Agung.

Kemudian, setelah KPU Tanjungpinang menetapkan Syahrul dan Rahma sebagai Pasangan Calon (Paslon) tanggal 12 Februari,  sehari kemudian Rahma menyerahkan surat pengunduran dirinya ke Sekwan DPRD Tanjungpinang.

Hari itu, kedatangan Rahma dan tim kuasa hukum diterima Kabid Umum Sekwan DPRD Tanjungpinang, Yuswaddinata dan Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang, Ade Angga serta ada surat tanda bukti terimanya juga.

Ketua DPRD Tanjungpinang, Suparno yang merupakan kader PDIP, dengan jelas sudah tahu terkait pengunduran diri Rahma dari DPRD. Dibuktikan dengan adanya surat tanggapan pemberhentian Rahma tersebut dari Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, Drs Raja Ariza yang ditandatangi Suparno.

Bahkan, surat pengunduran diri Rahma sebagai anggota DPRD Tanjungpinang juga diserahkan ke DPC PDIP Tanjungpinang.

Dituturkannya, PDIP yang hingga kini belum mengeluarkan surat rekomendasi pemberhentian tersebut, meski Rahma sudah memberikan surat pengunduran diri sejak 7 Januari.

Menurut Agung, ketika ada kader yang memberikan surat pengunduran diri, harusnya  partai terkait yang memproses PAW nya. Ini menjadi kewenangan partai.

Ketua Peradi Tanjungpinang tersebut, menilai tak perlu menyampaikan apa alasan PDIP belum mengeluarkan rekomendasi itu, karena yakin masyarakat bisa menilai.

Untuk itu, ia meminta kepada pendukung simpatisan Sabar untuk tetap merapatkan barisan, perkokoh keyakinan Bahwa Rahma akan tetap bisa maju mendampingi Syahrul dalam Pilkada 2018 ini.

“Jangan sampai poin-poin yang disampaikan Pak Syahrial terkesan Rahma tak memiliki etikat baik, sekali lagi kami sampaikan bahwa semua proses sudah dijalankan dengan sebaik-baiknya,” paparnya.

Agung meyakini, bahwa Rahma tetap maju karena mengacu kepada surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri terkait pelaksanaan Pilkada serentak 2018 terbaru, tanggal 29 Januari 2018 lalu. Serta mengacu kepada UU nomor 10 tahun 2016.

Ia menambahkan, kejadian seperti ini bukan hal baru. Pilkada serentak 2015 lalu juga ada, yaitu di Kabupaten Sleman.

Rahma dalam kesempatan itu, meyakinkan seluruh simpatisan dan pendukung agar mampu menjelaskan kepada masyarakat lain jika ada yang menanyakan persoalan pengunduran dirinya yang belum diproses.

Ia juga yakin, masyarakat sudah cerdas dan akan tahu dan dapat menilai terkait persoalan ini. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here