Raja Ariza Wakili Walikota Se-Asia Pasific

0
45
Raja Ariza (kanan) bersama Wali Kota Padang dan Wali Kota Sukabumi menandatangani perjanjian global perubahan iklim dan ketahanan energi. f-istimewa

SURABAYA – Di akhir masa jabatan sebagai Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza merambah ke kancah internasional dan meninggalkan kesan yang indah untuk Kota Tanjungpinang.

Di saat ia akan menyerahkan tongkat estafet kepemimpinannya ke Walikota terpilih di Pilkada Tanjungpinang, 20 September mendatang, ia bersama Walikota Padang dan Sukabumi dipilih mewakili ratusan kota-kota di Asia Pasific menandatangani komitmen dalam bentuk perjanjian global perubahan iklim dan ketahanan energi.

Acara tersebut digelar pada kongres ke-7 United Cities and Local Governments Asia Pasific (UCLG ASPAC), di Dyandra Convetion Centre, Surabaya, Kamis (13/9).

Menurut Ariza, untuk mengimplementasikan perjanjian yang berisikan tentang komitmen kota-kota di Asia Pasific terhadap penyediaan energi yang berkelanjutan.

Dan adaptasi perubahan iklim tersebut dapat dilakukan melalui kebijakan-kebijakan yang terukur.

Seperti pengurangan gas emisi, persiapan dampak perubahan iklim, memperluas akses energi berkelanjutan dan perlu segera diimplimentasikan dalam waktu dekat.

Sambung dia, visi dan tujuan komitmen tersebut untuk ketahanan daerah dalam menghadapi perubahan iklim. Menurutnya, Kota Tanjungpinang sejak tahun 2016 sudah tergabung dalam UCLG ini sudah melaksanakan upaya-upaya dalam menghadapi perubahan iklim.

Seperti melaksanakan penghijauan, penanaman mangrove, penataan pengelolaan banjir dan pengelolaan persampahan, melakukan uji emisi bahkan Tanjungpinang, sebelumnya mendapat penghargaan peringkat ke dua langit biru se-Indonesia. Ia juga menambahkan bahwa Tanjungpinang merupakan bagian dari wilayah Provinsi Kepri, daerah laut yang sangat rentan dengan gelombang dan angin puting beliung.

Selain itu juga daerah yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia yg juga rentan terhadap limbah laut, maka untuk mengantisipasi hal tersebut perlu diambil langkah-langkah menjaga lingkungan.

Mangrove dan hutan sebagai filter perlu dilestarikan. Pembangunan industri perlu dilakukan pengawasan terutama efek akhir yang ditimbulkan seperti limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). (bas) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here