Raja Astagena dan Norman Edi Jadi Anggota DPRD Kepri

0
526

Dilantik 20 Februari

Dompak – Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kepri akhirnya menjadwalkan pelantikan dan pengambilan sumpah dua anggota DPRD Kepri Pergantian Antar Waktu (PAW) dari Fraksi Demokrat dan Golkar.

Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak mengatakan, pergantian itu mendesak karena banyaknya agenda penting yang harus dibahas bersama ke depannya.

”Karena seluruh prosesnya sudah selesai, maka kita akan lantik mereka. Sebab, sudah lama anggota DPRD Kepri kita hanya 43 orang dari seharusnya 45 orang,” kata Jumaga saat memimpin rapat Banmus di ruang Ketua DPRD Kepri, Kamis (9/2).

Dari jadwal dan kegiatan yang ada, akhirnya diputuskan tanggal 20 Februari keduanya dilantik dalam sidang paripurna istimewa.

Adapun kedua pengganti itu adalah Raja Astagena menggantikan Sofyan Samsir dari Fraksi Golkar yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. Dan yang kedua adalah Wan Norman Edi menggantikan Eriyanto dari Fraksi Demokrat. Eriyanto sendiri tersandung kasus dugaan korupsi.

Selain membahas PAW, rapat juga membahas pencabutan empat perda yang direkomendasikan Kemendagri.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kepri, Alex Guspeneldi mengatakan, keempat perda itu antara lain Perda No.6 Tahun 2006 tentang Usaha Perikanan, Perda No.15 Tahun 2008 tentang Retribusi Pelayanan Ketenagakerjaan.
Selanjutnya Perda No.10 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Aset Milik Daerah dan Perda No.1 Tahun 2012 tentang Retribusi Daerah.

”Untuk Perda No.6 Tahun 2006 batal dengan sendirinya oleh Perda No.1 tahun 2012,” kata Alex. Sedangkan Perda No.10 tahun 2010 dan juga Perda No.1 tahun 2012 akan dibatalkan dalam Prolegda tahun ini.

Sirajudin Nur Pingsan Saat Paripurna
Sidang Paripurna penyampaian hasil reses anggota DPRD yang dilakukan di Gedung DPRD Kepri di Dompak mendadak heboh lantaran, Sirajudin Nur, anggota dewan dari PKB Dapil Batam mendadak pingsan di ruangan, Kamis (9/2).

Sirajudin Nur yang saat itu duduk di kursi paling belakang tiba-tiba pingsan. Anggota dewan lain yang melihatnya langsung interupsi kepada pimpinan sidang dan mengatakan kondisi Sirajudin Nur yang tiba-tiba pingsan. Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak pun langsung meminta pegawai agar segera menghubungi ambulans.

”Segera bawa ke depan. Cepat bawa ambulans,” ujarnya.

Saat itu, Jumaga langsung mempercepat penyampaian hasil reses yang kebetulan dari Dapil Natuna. Karena perwakilannya tidak hadir, akhirnya langsung dibacakan Jumaga sendiri.
Saat membaca hasil reses di Natuna, Jumaga terlihat tergesa-gesa.

Waktu itu, masyarakat Natuna lebih menyoroti agar pemerintah memperhatikan lulusan SMA-SMK setempat.

Penyampaian hasil reses banyak menyorot tentang program pemerintah terkait Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tidak dilanjutkan tahun lalu maupun tahun ini.

Tak hanya itu, warga juga menyoroti Tanjungpinang yang dijadikan pintu pemulangan TKI ilegal.

Warga meminta, RPTC (tempat penampungan TKI ilegal) agar disediakan rumah sakit jiwa khusus untuk menangani TKI yang bermasalah.(SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here