Raja Kholidin Pimpin PPKD Kota Tanjungpinang

0
92
Suasana rapat pembentukan PPKD Kota Tanjungpinang, kemarin. f-istimewa

Tanjungpinang- Pemerintah Kota Tanjungpinang dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata membentuk tim penyusunan pokok-pokok pikiran kebudayaan daerah (PPKD) Kota Tanjungpinang.

Tim ini diketuai oleh Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang Raja Kholidin. Sedangkan Pj. Wali Kota Raja Ariza dan Sekretaris Daerah Riono bertindak sebagai pembina.

Sementara Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Kota Tanjungpinang H Surjadi dan Ketua Lembaga Adat Melayu Kota Tanjungpinang, Wan Rafiwar sebagai pengarah.

Wakil Ketua PPKD Kota Tanjungpinang, Syafaruddin mengatakan pembentukan PPKD mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Dalam Pasal 11 ayat (1) undang-undang tersebut dikatakan bahwa Pemerintah Daerah menyusun PPKD dengan melibatkan masyarakat melalui para ahli yang memiliki kompetensi dan kredibilitas dalam objek pemajuan Kebudayaan melalui Keputusan Kepala Daerah.

”Pemerintah daerah di seluruh Indonesia ”wajib” membentuk tim PPKD,” ujar Syafaruddin yang juga Kabid Adat Tradisi, Nilai Budaya dan Kesenian pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang.

Menurut Syafaruddin, untuk mendukung terlaksananya rencana induk kebudayaan dengan melibatkan unsur masyarakat dan para ahli maka Pemko Tanjungpinang membentuk Tim Penyusun dan Sekretariat Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah Kota Tanjungpinang Tahun 2018.

Dan, SK tim tersebut ditandatangani oleh Pj. Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza pada 21 Juli 2018 lalu. Dalam tim tersebut, kata Syafaruddin, dilibatkan juga sebagai pendamping/pendukung akademisi, budayawan, dan sejarawan. Mereka adalah, Ketua Dewan Kesenian (Teja Al Habd), akademisi (Raja Suzana Fitri, dan Amiripana), Budayawan (Raja Malik Hafrizal, Tamrin dahlan dan M. Ali Ahmad) serta sejarahwan (Aswandi Syahri).

Tim PPKD kata Syafaruddin sudah menyelesaikan tugasnya dan sudah menyampaikan laporan tim kepada Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri di Tanjungpinang, Balai Pelestarian Nilai Budaya Kepri di Tanjungpinang dan Direktorat Jendral Kebudayaan Kementerian Pendidikan RI di Jakarta.

”Sekarang kita menunggu kabar dari mereka apakah laporan yang kita kirim itu sudah lengkap atau belum. Kalau belum akan kita revisi,” ujar Syafaruddin. (bas) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here