Ramon Damora Sah Daftar Cawako

0
589
SERAHKAN berkas: Ketua PWI Kepri Ramon Damora, salah satu kandidat yang mengembalikan berkas pendaftaran ke DPC Hanura Tanjungpinang, Senin (31/7). Ia didampingi Oktavio Bintana. f-andri/tanjungpinang pos

Sudah Kembalikan Berkas Pendaftaran ke Hanura

Hingga pukul 16.30 WIB, Selasa (31/7), baru enam orang yang mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon wali kota dan bakal calon wakil wali kota ke Kantor DPC Hanura Tanjungpinang. Ramon Damora, resmi mendaftar calon wali kota.

TANJUNGPINANG – Pengembalian berkas formulir bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang periode 2018-2023 itu dilakukan oleh Tim Pilkada dari DPC Hanura Kota Tanjungpinang ditutup, Senin (31/7) pukul 17.00.  Artinya, mulai Selasa (1/8) ini, Tim Pilkada dari partai Hanura sudah tidak lagi menerima berkas formulir yang ingin dikembalikan oleh bakal calon kepala daerah tersebut. ”Hari ini (Senin kemarin, red) kita telah menutup pengembalian berkas formulir bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang yang telah mengambil formulir beberapa hari lalu ke partai Hanura melalui Tim Pilkada kita,” kata Sekretaris Tim Pilkada dari partai DPC Hanura Kota Tanjungpinang, Dicky K Putra kepada Tanjungpinang Pos, Senin (31/7).

Sampai saat ini, Tim Pilkada dari Hanura Kota Tanjungpinang baru menerima empat berkas formulir bakal calon Wali Kota Kota Tanjungpinang. Belum ada yang mendaftar bakal wakil wali kota. Mulai dari Alipman Ali Hans, Andi Anhar Chalid, Andi Cori Fatahuddin, H Syahrul, H Lis Darmansyah dan Ramon Damora. Mereka berempat mendaftar sebagai calon Wali Kota Tanjungpinang periode 2018-2023 mendatang.

Saat pengembalian berkas formulir, Tim Pilkada partai Hanura langsung mengecek berkas formulir serta persyaratan yang telah dilampirkan oleh bakal calon tersebut. Mulai dari formulir pendaftaran yang diisi oleh bakal calon, ijazah dan masih banyak lagi berkas yang perlu dipenuhi bakal calon tersebut.
Pemeriksaan berkas langsung disaksikan bakal calon serta satu orang untuk sebagai saksi. Satu orang yang diminta Tim Pilkada berasal dari bakal calon tersebut. ”Kita hanya kroscek berkas bersama-sama bakal calon dan satu orang saksi. Supaya harapan kita tidak ada dusta diantara kita,” terang dia.

Hal itu untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Misalnya, si bakal calon tidak melampirkan ijazah beserta berkas formulir lainnya, yang berada di dalam map yang dibawanya. Tetapi, bakal calon tersebut mengaku sudah melengkapi persyaratan yang diminta tim Pilkada dari Hanura Tanjungpinang. ”Hal demikian yang kita tidak mau dan kita hindari,” tegas dia.

Untuk tahap berikutnya, Tim Pilkada partai Hanura Tanjungpinang akan melakukan sidang pleno yang direncanakan satu pekan mendatang. Sidang pleno ini sangat perlu dilakukan Tim Pilkada untuk menentukan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang yang lulus dari seleksi administrasi. ”Yang lulus administrasi kita akan umumkan bakal calon,” ucapnya.

Setelah itu, lanjut dia, baru masuk ke tahap berikutnya yaitu penyampaian visi misi bakal calon, yang sudah dinyatakan lulus administrasi dari Tim Pilkada dari Partai Hanura. ”Kita hanya mendengarkan penyampaikan visi misi dari bakal calon tersebut,” sebut dia. Ade Angga, salah satu yang mengambil formulir pendaftaran di Hanura mengaku tidak jadi mengembalikan formulir tersebut. Artinya, Ade angga tidak jadi mendaftar di Hanura. ”Saya tidak mengembalikan formulir ke Hanura,” kata Ade singkat via WA.(ANDRI-MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here