Randika Wakili Kepri di Ajang Nasional

0
1237
PAMER produk: Raden Randika memamerkan produk Amiga temuannya, yang kini sedang mengikuti kontes energi level nasional yang diadakan Pertamina.f-istimewa

Amiga Masuk 27 Besar Nasional Pertamina Ide Gila 2017

TANJUNGPINANG – INOVATOR muda dari Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang, Raden Randika Danu Saputra masuk semifinal kompetisi Pertamina Ide Gila Energi 2017.

Raden dengan temuannya, yakni bahan bakar altrnatif minyak dan gas (Amiga) dari limbah batubara yang ditelitinya berhasil masuk 27 besar Nasional.

”Alhamdulillah, Amiga masuk 27 besar dan tahap awal seleksi dari 100 peserta,” ujar Randika, Selasa (28/3).

Sebelumnya, Amiga miliknya telah beberapa kali meramaikan kompetisi tingkat daerah seperti pameran Teknologi tepat guna (TTG).

TTG yang ikuti yakni dari tingkat Kabupaten Bintan, lalu mewakili Bintan pada TTG tingkat Provinsi Kepri (Kepri).

Baca Juga :  IMKL Bantu Promosikan Kampus di Lingga

”Sewaktu Amiga mengikuti TTG kami tidak pernah juara, tetapi memiliki pengalaman dengan mengikuti TTG,” katanya.

Randika menjelaskan, awalnya tahun 2014 ia mendapatkan sampel limbah batu bara Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berada di Galang Batang, Kabupaten Bintan.

Karena sang paman bekerja di PLTU tersebut, ia pun mendapatkan sampel limbah dari PLTU tersebut.

”Sulit mendapatkan sampel limbah batu bara, untungnya ada paman saya bernama Raja Ali Akbar bekerja disitu untuk membantu,” kenangnya.

Setelah mendapatkan sampel, Randika pun memulai uji coba sampel limbab batu bara tersebut.

Pada akhirnya, jadilah bahan bakar alternatif yang berpotensi menggantikan minyak dan gas.

Baca Juga :  Penumpang Roro Dapat Takjil dari Mahasiswa

”Tahun 2015, Amiga diuji di Badan Teknis Kesehatan lingkungan kelas 1 Batam dan hasilnya memuaskan,” sebutnya.

Ide tersebut berkembang ketika ia sedang di Cilacap tahun 2010, dan menyimak tentang keluhan warga Cilacap tentang limbah batu bara dari PLTU setempat.

Ketika pulang ke Tanjunguban, lantas ide tersebut menjadi karya ilmiah bagi pelajar SMA 5 Bintan dengan bimbingin Randika.

Pada kompetisi Al Ahmadi, Sumatera, Singapura serta Malaysia. Amiga juga masuk sebagai finalis.

”Sejak beberapa kali mengikuti kontes inovasi energi, beberapa negara tetangga tertarik untuk mengajaknya melakukan pengembangan berikut dengan biaya risetnya,” ungkapnya.

Walau berkonsentrasi pada Prodi Ilmu Pemerintahan di Stisipol Raja Haji, yang tentunya tidak memiliki hubungan secara teknis.

Baca Juga :  Sabtu, Dies Natalis STIE Pembangunan

Namun, Amiga mendapat dukungan dari pihak kampus untuk terus dikembangkan dan mengikuti ajang nasional seperti Pertamina Ide Gila Energi 2017.

”Stisipol Raja Haji yang membantu saya untuk tes bakumutu, bahan kimia di amiga serta dari biaya hingga jalurnya,” tegasnya.

Anak pertama dari pasangan Raden Dharu Pomo dan Nurhasanah ini, kini sedang berada di Bandung untuk megikuti tahapan selanjutnya dari Pertamina Ide Gila Energi 2017. (ADLY BARA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here