Ranperda Kampung Tua Diminta Sejalan RTRW

0
214
KAMPUNG Tua di Batam yang akan dibuatkan Perdanya. F-istimewa
Wali Kota Batam, HM Rudi diwakili Wawako, Amsakar Achmad, menyambut baik, Ranperda inisiatif DPRD Batam, tentang penataan dan pelestarian Kampung Tua. Namun diminta agar penataan dan pelestarian Kampung Tua, tidak lepas dari perlunya regulasi penataan ruang daerah.

BATAM – Hal itu disampaikan Amsakar Achmad, Senin (11/2) saat paripurna DPRD Batam. ”Sebagai bentuk konkrit kebijakan daerah terhadap pola pemanfaatan ruang yang diperuntukan bagi lokasi yang memenuhi kriteria sebagai Kampong Tua,” kata Amsakar.

Hal itu, kata Amskar, diperlukan karena memang konsep penataan dan pelestarian Kampung Tua , dalam naskah akademis yang telah disusun, merupakan kebijakan daerah, untuk pelestarian budaya dan aspek kesejarahan daerah.

”Juga tidak dapat dilepaskan dengan aspek spasialnya dan interrelasi spasial dengan wilayah lain yang dinamis dalam konteks atau kerangka besar kebijakan pemanfaatan ruang di daerah,” tegasnya.

Karena itu, keberadaan regulasi tataruang daerah, menjadi sesuatu yang diperlukan untuk menjadi salah satu dasar pengaturan tentang kampung tua. ”Kami pada prinsipnya, sependapat dengan usulan pengusul dan kiranya dapat dilakukan pembahasan tingkat lanjut sesuai peraturan perundang-undangan dan tata tertib DPRD,” ujar Amsakar.

Disebutkan, Ranperda yang digagas dewan ini, mencerminkan komitmen melindungi eksistensi adat istiadat, budaya Melayu. Selain itu, arsitektur bangunan, dan situs serta lingkungan tempat tinggal penduduk asli Kota Batam yang diharapkan dapat memperkuat jati diri masyarakat Kota Batam.

”Ranperda ini juga bermanfaat untuk penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang sosial dan kebudayaan sebagai sarana melindungi, melestarikan, dan sekaligus sebagai upaya mempertahankan nilai-nilai budaya masyarakat asli,” harap dia.

Namun diingatkan, penataan dan pelestarian Kampung Tua, memerlukan suasana yang tenang dan mendukung lahirnya aspirasi masyarakat. Sehingga dapat dirumuskan pranata-pranata kehidupan sosial dan budaya yang menjadi cirri spesifik dari masyarakat dalam aspek kehidupan kesehariannya.

”Karena itu, perlu pertimbangan yang matang juga, proses pesta demokrasi saat ini. Sehingga Ranperda ini, tidak minim perhatian masyarakat dan tentunya harus bermanfaat,” himbau dia.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here