Ranperda Lelang Ikan Sedang Dibahas

0
257
SKPT Selat Lampa yang belum juga difungsikan dan masih menunggu regulasi. f-hardiansyah/tanjungpinang pos
Pemerintah Kabupaten Natuna tengah menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pelelangan Ikan tahun ini. Ranperda ini dibuat, untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Natuna.

NATUNA – Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti mengatakan rancangan peraturan ini dibuat karena secara faktual sarana pelelangan ikan di Natuna berupa SKPT yang berlokasi di Selat Lampa sudah dibangun dan akan segera dioperasikan.

”Di kegiatan pelelangan ikan, terdapat potensi PAD berupa retrebusi. Tapi itu belum bisa dilaksanakan karena belum ada Perdanya,” kata Wabup Ngesti di tempat Kerjanya, Kamis (20/12).

Selain itu, pembuatan Perda ini juga telah mendapatkan restu dari pemerintah pusat sehingga pelaksanaannya bisa dilakukan secepat mungkin.

”Kita juga sudah diarahkan oleh bu Menteri Perikanan, Susi Pudji Astutu untuk membuat perdanya terlebih dahulu,” sambung Ngesti.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Zakimin mengatakan, sekarang ini pihaknya masih perlu melakukan kajian ranperda tentang pelelangan ikan di SKPT.

”Sekarang ini tempat pelelangan ikan diselat lampa masih belum dioperasikan, makanya Pemda terus berusaha agar tempat pelelangan itu bisa segera dioperasikan,” jelasnya.

Proses pembahasan ranperda itu, masih perlu dilakukan dengan DPRD Natuna supaya produk hukum akan pelelangan tersebut bisa berjalan lancar.

”Kita masih melakukan kajian dan pembahasan dengan DPRD Natuna terkait ranperda pelelangan ikan. Hal ini agar apa yang dihasilkan bisa menjadi pemasukan bagi PAD kita,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pelabuhan perikanan nusantara (ppn), dikenal juga sebagai pelabuhan perikanan tipe B atau kelas II.

Pelabuhan ini dirancang terutama untuk melayani kapal perikananberukuran 15–16 ton gt sekaligus.

Pelabuhan ini juga melayani kapal ikan, yang beroperasi di perairan zee indonesia dan perairan nasional.

Sedangkan Pelabuhan perikanan samudera (pps), dikenal juga sebagai pelabuhan perikanan type A atau kelas I.

Pelabuhan perikanan ini dirancang terutama untuk melayani kapal perikanan berukuran lebih besar dari 60 gt.

Pelabuhan ini, dapat menampung 100 buah kapal atau 6000 GT sekaligus dapat pula melayani kapal ikan yang beroperasi di perairan lepas pantai, zee dan perairan internasional. Jumlah ikan yang didaratkan sekitar 40.000 ton per tahun, dan juga memberikan pelayanan untuk ekspor.

Selain itu, juga tersedia juga tanah untuk industri perikanan. Sejauh ini, pihaknya juga masih terus berusaha supaya SKPT diselat lampa bisa jadi pelabuhan Perikanan Nusantara (Tipe B). (HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here