Rapor Putih-Hitam Guru Profesional

0
480
Dian Fadillah

Oleh: Dian Fadillah

Hari Guru menjadi hari bagi para siswa untuk menunjukkan penghargaan terhadap guru. Waktu peringatannya berbeda-beda di setiap negara. Beberapa negara sudah memasukan hari guru sebagai hari khusus dan dikalenderisasikan. Khusus Indonesia, Hari Guru diagendakan pada 25 November

Secaara historis, bahwa hari luar biasa ini sudah dicetuskan pada sejak tahun 1994 sesuai dengan Kepres No. 78 tahun 1994 dan UU No. 14 tahun 2006 tentang Guru dan Dosen bersamaan dengan ulang tahun PGRI. Meskipun demikian banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahwa ada apa gerangan di hari itu padahal itu waktu spesial mengenang jasa guru yang telah bekerja keras memperjuangkan Pendidikan Indonesia. Guru Profesional adalah tujuan dan harapan besar setiap pendidik dimuka bumi ini. Setiap peserta didik, siswa atau murid yang menempati bangku sekolah pasti akan sangat mengimpikan diajar, dididik oleh seorang pengajar “hebat”, pengajar yang berkualitas tinggi dan mampu menjawab setiap pertanyaan dengan sopan dan santun. Bukan hanya sekedar bicara saja tapi juga melihatkan bukti kemampuan yang dimiliki.

Kemampuan persiapan bahan ajar, kemampuan isi pembicaraan dan kemampuan implementasi ilmu yang dimilikinya di tengah masyarakat. Keberadaan guru juga dapat diartikan mengikuti perkembangan informasi dan teknologi pada zamannya. Pada hakekatnya, pendidikan merupakan suatu pembelajaran pengetahuan, keterampilan dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya yang dapat dilakukan melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Suatu Pendidikan dapat di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Guru dalam bahasa Sanskerta secara harfiah adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru pada umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik dengan bukti fisik melakukan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan. Personal sebagai seorang yang super di bidangnya sudah tentu harus memiliki nilai-nilai kedinamisan keilmuan dan pengetahuan agar tidak tertinggal jauh dari anak didiknya dari informasi teknologi ataupun segi keagamaannya. Seorang guru harus up-date (mengikuti perkembangan), harus viral (mengetahui hot news) dan juga memiliki tingkat kualitas intelektual memadai sehingga dapat menciptakan inovasi kreasi untuk perkembangan pendidikan yang diharapkan dalam Tujuan instruksional umum dan Khusus. Dengan semakin berkembanganya dunia modernisasi sehingga perlu kiranya melakukan pengkajian-pengkajian selama proses belajar mengajar secara empiris sehingga perkembangan anak didik akan dapat diikuti tanpa harus kehilangan apapun. Anak didik yang masih labit, perlu komunikasi intensif dan dikuti gerak geriknya tanpa membatasi nilai-nilai positif individu yang bersangkutan. Gurupun harus juga melakukan terobosan terobosan dan mengejar kenaikan pangkat sebagai suatu hal penting dalam proses pematangan dengan mengwajibkan untuk dapat menghasilkan sebuah PTK dan publikasi ilmiah di media massa local, nasional ataupun internasional. Kemampuan skill yang dimiliki selaku nara sumber/pembicara di acara acara yang mendukung keilmuan dimilikinya. Guru luar dalam adalah guru harapan dengan tetap menjaga kedekatan dengan semua muridanya secara positif. Terus berupaya melakukan penelitian sehingga dapat menjadi bekal dan gambaran untuk menghadapi pembelajaran yang dilakukan. Kepercayaan diri merupakan hal yang harus dimilki agar terjadi pelecehan dikarenakan tidak sanggup menghadapi tantangan yang muncul. Seorang Guru sebagai seorang yang digugu dan di tiru untuk setiap tindakan dan prilakunya menurut Wardhani dkk, 2005 tentunya tidak akan terlepas dari sorotan semua anak murid tersayangnya sehingga diperlukan suatu tindakan pintar di kelas.

Alasannya karena guru mempunyai otonomi untuk menilai sendiri kinerjanya. Selain itu karena temuan berbagai hal pembelajaran yang dilakukan sering sulit diterapkan untuk memperbaiki pembelajaran. Alasan lain karena guru adalah orang yang paling akrab dan paling mengetahui kelasnya juga interaksi guru-siswa berlangsung secara baik, serta keterlibatan guru dalam berbagai kegiatan inovatif yang bersifat pengembangan mempersyaratkan guru untuk mampu melakukan suatu tindakan di kelasnya.

Masyarakat memandang seorang guru sangat mulia meskipun disana sini masih ada oknum guru yang tersandung kasus pemukulan dan seksualitas. Oknum itu tidak akan membuat pandangan masyarakat menjadi rendah karena guru tetap adalah guru selamanya yang mempunyai peran sebagai pendidik ke dua setelah orangtua. Presiden, menteri, pengusaha sampai milyarder pun bisa seperti ini karena guru. Guru adalah sosok yang bertanggungjawab dan memiliki nilai tinggi dihadapan seluruh muridnya, dipercaya sebagai sumber daya yang utuh sehinggga orangtua tidak ragu aakan kemampuannya yang teruji. Guru akan menghasilkan suatu kesukesan kepada anaknya. Berupaya sekuat tenaga memberikan bayangan masa depan yang cerah dengan binaan dan kesabarannya dengan tetap bertanggung pada dirinya dengna belajar tekun, mengikuti arahan, mengerjaan tugas dan PR yang diberikan. Keseriusan menjadikan murid menjadi dekat dengan arah kesuksesan. Kompetensi guru memang di haraokan dapat mengantar anak didiknya ke atas pentas kesuksesan sesuai yang diidamkan oleh Ki Hajar Dwanara. Guru harus dapat memperomosikan dirinya agar muridanya dapar termotivasi semangatnya untuk terpromosi daan memiliki sikap dan cara belajar yang benar.

Dewasa ini begitu banyak sorotan masyarakat kepada guru. Ada yang melihat guru secara subyektif (konteks Oemar Bakrie yang selalu dikebiri) Guru dianggap orang yang berada digaris bawah dalam keilmuan dan keuangan. Guru dianggap cupu. Guru dianggap bisa dimainkan dan dilecehkan seenaknya. Sebagai seorang manusia tentunya guru memiliki kekurangan disamping kelebihannya. Meskipun demikian tidak selayaknya masyrakat yang memiliki akal harus mendikte dan menjustifikasi kewibawaan guru di sekolah, di kelas dan didepan anak didiknya.

Kewibawaan dan kualitas guru merupakan hal penting untuk dipertaruhkan sampai mati. Jangan perlakukan guru sebagai serang residivis. Kalian semua bisa hebat sekarang itu karena GURU. Ingatlah bahwa sebagai sebuah disiplin ilmu bahwa Prediket guru diperloleh dengan sebuah perjalanan Panjang dan dengan cara keilmuan yang sulit diraih dengan kompetensi, sertifikaasi pedagogic. Nuansa hitam putih menghiasi raport menuju Guru Professional dengan inovasi dan kreasi yang dimiliki.

Kemerntrian Pendidikan dan Kebudayaan menjalin kerjasama dengan Komisi National Indonesia untuk UNESCO (KNIU) dari kantor Perwakilannya di Jakarta sepakat untuk menyelenggarakan Lokakarya nasional bertema “Hak atas Pendidikan berarti Hak untuk guru dan tenaga kependidikan yang berkualitas” seyogyanya akan digelar di Plaza Insan Berprestasi , Gedung A Kemendeikbud Senayan, Jakarta Pusat Selasa (2 Oktober 2018). Ayo majukan Pendidikan Indonesia … Jangan lupa apresiasi terhadap guru menuju Guru Professional. Hak atas Pendidikan berarti Hak untuk guru dan tenaga kependidikan yang berkualitas” Selamat memperingati Hari Guru Sedunia atau World Teachers Day 2018. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here