Ratakan Dompak, Timbun Tepilaut

0
613
LAUT depan Gedung Gonggong akan ditimbun untuk dibangun jalan dan taman diperluas, wahana diperbanyak. f-suhardi/tanjungpinang pos

Manfaat Lain dari Proyek Gurindam 12

Jutaan kubik tanah dan pasir dibutuhkan untuk menimbun pesisir Tepilaut Tanjungpinang. Di sana akan dibangun jalan. Ini merupakan Proyek Gurindam 12 yang digagas Pemprov Kepri.

TANJUNGPINANG – ADAPUN kebutuhan pasir dan tanah untuk menimbun area tersebut belum bisa dipastikan dari mana. Namun, untuk sementara, ada dua alternatif yakni menggunakan pasir laut dan tanah dari darat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Kepri, Abu Bakar mengatakan, ada kemungkinan tanah bukit di Pulau Dompak akan diratakan untuk menimbun Tepilaut. Sehingga makin banyak manfaat yang diperoleh. Pembangunan Pulau Dompak akan lebih cepat karena sudah rata. Bahkan, ia menduga, tanah dari Pulau Dompak tak mencukupi. Karena tanah yang dibutuhkan cukup banyak nanti.

Kemudian, pasir laut juga akan disedot. ”Sekaligus memperdalam alur kapal. Manfaatnya benar-benar banyak nanti,” ujarnya, kemarin.

Untuk menimbun laut tersebut, ada dua alternatif. Bisa lewat laut, bisa juga lewat darat. Nanti tergantung mana yang lebih efisien dan lebih cepat serta tidak mengganggu arus lalu lintas darat dan laut.

Baca Juga :  Sambut Investor, Bangun Infrastruktur

Jika ditimbun lewat laut, maka dibutuhkan banyak tongkang untuk membawa tanah ke sana. Namun, jika penimbunan lewat darat, maka banyak truk yang lalu lalang di jalan raya nanti.

Untuk daerah penimbunan akan dimulai dari depan Gedung Daerah hingga Jembatan Penyeberangan Tanjungbuntung. Panjangnya sekitar 800-an meter dan akan dimulai tahun ini.

Adapun lebar penimbunan sekitar 50 meter. Tinggi timbunan disesaikan dengan kondisi air saat pasang. Sehingga tidak mengganggu nanti pembangunan jalan di atas tanah timbunan itu.

Luas jalan yang akan dibangun di atas timbunan itu cukup lebar yakni tiga lajur dengan lebar 30 meter. Namun, belum dipastikan apakah jalan akan dibangun tahun ini atau masih menunggu lahannya matang dulu.

Yang pasti, alat berat akan diturunkan untuk memadatkan tanah timbunan itu. Kemudian, lahan kering yang ditimbulkan akibat penimbunan laut itu akan dijadikan taman atau Ruang Terbuka Hijau dan dibangun berbagai sarana dan wahana lainnya.

Baca Juga :  Rp65,13 Miliar THR 240 Satker Dicairkan

Abu Bakar memastikan, akan disiapkan tempat untuk pembangunan masjid apung seperti yang direncanakan Pemko Tanjungpinang. Soal siapa yang membangun, kemungkinan akan dibangun Pemko.

Jalan juga akan dibangun dari sekitar depan Gedung Daerah ke jalan baru yang akan dibangun itu. Sehingga, akses terbuka untuk dua jalur yakni jalan yang sudah ada saat ini dan jalan baru tersebut.

Abu Bakar mengatakan, membangun jalan baru di Tepilaut selain untuk menjadikan Water Front City, juga menyediakan jalan alternatif untuk mengurangi kemacetan di Tanjungpinang.

Jalan di daerah pasar sudah padat dan lebar jalannya tidak bisa diperlebar lagi karena pertokoan sudah berdiri sejak lama. Lama kelamaan, akan muncul persoalan baru di daerah pasar, yakni kemacetan.

Untuk itulah, jalan lingkar nanti menjadi jawaban untuk mengatasi kemacetan di Ibu Kota Provinsi Kepri ini. Kemudian, jalan lingkar ini akan membuka simpul ekonomi baru di berbagai titik di Tanjungpinang.

Baca Juga :  Sembilan Bulan, Investasi Masuk Rp 9,95 T

Sekitar 6 kilometer akan dibangun jalan lingkar baik yang di darat, jembatan hingga jalan baru di atas tanah timbunan. Di sepanjang jalan itu juga akan dibangun tujuh rest area.

Di sekelilingnya disediakan taman dan wahana. Sehingga, siapapun yang datang untuk bersantai di daerah ini tidak ada bosannya. Namun, impian ini tak bisa dirasakan dalam waktu dekat. Sebab, tahun ini baru sebagian yang mulai dibangun. Untuk memantapkan semua impian itu, butuh waktu tiga hingga empat tahun.

Agar taman-tamannya tumbuh subur dan sejuk, butuh waktu yang lama juga. Namun, ke depan, semua warga dari berbagai kalangan sudah bisa menikmati santai bersama keluarga di tempat.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun memimpikan agar masyarakat miskin pun bisa menikmati liburan ke daerah wisata tanpa mengeluarkan uang banyak.(MARTUNAS SITUMEANG)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here