Ratusan ASN Anambas Pindah

0
777
Linda Maryati

ANAMBAS – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menyayangkan kepada para Apartur Sipil Negara (ASN) mengajukan pindah semakin meningkat. Sejak bulan Maret 2018, tercatat 6 orang ASN yang mendapatkan rekomendasi untuk pindah. Padahal, Pemda telah berupaya agar ASN tersebut dapat terus mengabdi di lingkungan Pemkab Anambas.

Hal itu yang menjadi ajang pemanfaatan untuk tes masuk ASN di Anambas, dan setelah masuk ASN bersangkutan meminta pindah dari Aanambas. Namun, mereka tetap memiliki alasan tertentu.

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) KKA, Dra Linda Maryati mengatakan, alasan pindah ASN tersebut bermacam-macam. Namun yang menjadi alasan utama itu adalah keluarga, orangtua sakit, ikut suami atau istri.

Baca Juga :  Sejak 2013, 42 Orang Terinfeksi HIV

Bahkan, ada yang sampai gara-gara bertugas di Anambas suami istri mau bercerai. ”Alasannya itu-itu saja, sebelum jadi ASN mereka sudah tahu letak geografis Anambas sebenarnya. Ikut tes kuota yang dimiliki oleh Anambas,” kata Linda, Selasa (10/4).

ASN penerimaan Anambas punya kontrak selama lima tahun, ketika masa baktinya di kontrak itu habis maka banyak yang mengajukan pindah keluar daerah. ”Untuk formasi 2014 belum mendapatkan rekom pindah yang dapat itu penerimaan tahun 2012,” ujarnya.

Linda menyebutkan, sejak tahun 2015 sampai dengan 2018 ini ratusan ASN telah meninggalkan Anambas. Dimulai tahun 2015, terdapat 115 orang yang pindah dan tahun 2016 tercatat 170 orang serta tahun 2017 sebanyak 47 orang dan 2018 ada 6 orang.

Baca Juga :  Pemkab Terapkan Aplikasi SP2D Online

Untuk tahun 2016, lanjut Linda, eksodus para ASN ini diakibatkan oleh alih status seperti guru SMU 91 orang, Polhut 64 orang, PNS ESDM 11 orang, dan dua orang dari DKP. ”Ada sebanyak 49 orang pindah, kini masuk kembali mengabdi ke Anambas, serta satu orang guru SMU,” ungkapnya.

Menyusutnya jumlah ASN, tambah Linda, juga disebabkan oleh yang pensiun pada tahun 2016 terdapat 15 orang yang pensiun. Pada 2017, terdapat 17 orang yang pensiun dan pada tahun 2018 terdapat 22 orang yang pensiun. ”Total ASN di Anambas saat ini hanya mencapai 1.663 orang, dan berbanding terbalik dengan jumlah PTT yang lebih besar,” tukasnya.

Baca Juga :  Pengelolaan Sampah Diatur Perda

Kendati kekurangan ASN tegas Linda, namun pihaknya tidak akan semuda itu menerima pegawai pindahan dari daerah lain. Karena hal yang diperhatikan itu, tentulah track record-nya dan alasan kepindahannya. ”Untuk menerima kepindahan ASN yang kita perhatikan itu track recordnya, karena kita tidak ingin menerima ASN bermasalah,” pungkasnya. (end)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here