Ratusan Atlet Panahan Ikut Kejuaraan di Perpani

0
435
Tiga atlet panahan putri saat mengikuti kejuaraan panahan yang digelar Perpani Tanjungpinang di Lapangan Dewa Ruci Minggu (29/7). f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Ratusan atlet panahan dari Tanjungpinang dan Bintan, mengikuti kejuaraan panahan digelar di lapangan Dewa Ruci Tanjungpinang, Minggu (29/7) pagi.

Kejuaraan pahanan ini disejalankan dengan acara pengukuhan Pengurus Kota (Pengkot) Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Tanjungpinang periode 2018-2022.

Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Tanjungpinang Ade Angga mengatakan, kejuaraan panahan yang dilaksanakan itu merupakan upaya merangsang para atlet panahan yang ada di Tanjungpinang-Bintan.

Bahkan, terbentuknya Perpani Tanjungpinang karena banyaknya atlet panahan tradisional yang tergabung di klub-klub panahan di Tanjungpinang. Mereka belum memiliki wadah yang tepat.

”Kejuaraan ini bisa melahirkan bibit-bibit baru, karena peserta yang ikut pun ada dari usia di bawah 12 tahun dan ada juga yang dewasa,” katanya.

Ade menyebutkan, dari hasil kompetisi yang dilakukan oleh anak-anak usia di bawah 12 tahun, kemampuan para atlet itu dianggap sudah bisa diandalkan untuk kompetisi berikutnya.

Untuk itu, event serupa harus terus digalakkan guna meningkatkan kemampuan para atlet di Kota Tanjungpinang untuk berkompetisi di ajang nasional bahkan internasional.

”Kita sekarang memang fokus untuk pelaksanaan se-Pulau Bintan, tetapi permintaan dari Batam, Karimun untuk ikut serta, tapi karena ini baru pertama kita lakukan, kita ingin melihat sosok-sosok atlet kita se pulau Bintan, ke depan kita akan melaksanakan event bertaraf internasional,” ungkapkan.

Ade menilai, jika event serupa dilaksanakan bertaraf internasional, maka kegiatan tersebut bisa berdampak pada peningkatan sektor pariwisata. Di luar negeri, katanya, olahraga selalu digandengkan dengan pariwisata.

”Olahraga ini ternyata mampu menghasilkan pendapatan daerahnya. Kenapa ini tidak kita coba untuk taraf internasional, karena kemarin Singapura, Thailand dan Philipina,” ujarnya.

Lanjutnya, peluang ini nantinya akan dibicarakan dan diusulkan ke pemerintah Kota Tanjungpinang untuk dijadikan event di Kota Tanjungpinang khususnya di dinas Pariwisata.

Karena sejauh ini, potensi pemanah di Tanjungpinang sangat tinggi. Hal ini perlu adanya pembinaan yang intensif dari Pemerintah Kota maupun KONI Kota Tanjungpinang.

”Potensi ada, tetapi memang untuk pelatih sangat kekurangan, terutama pelatih bersertifikasi, selama inikan pelatih hanya sekedar hobi yang melatih anak didiknya, kita harapkan bisa difasilitasi oleh KONI, Pemprov untuk melakukan pelatihan agar bersertifikat. Olahraga ini memang bersifat mandiri, kegiatan ini saja memakai dana sendiri, suka rela atlet, tidak memakai dana APBD,” ujarnya.

Sementara itu, Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI Ribut Eko Suyatno yang merupakan pembina Perpani Kota Tanjungpinang mengatakan, kegiatan kompetisi panahan se-pulau Bintan yang dilaksanakan ini merupakan kerjasama antara TNI Angkatan Laut dalam hal ini Lantamal IV dengan pengkot Perpani Kota Tanjungpinang.

Menurut Eko, olahraga ini merupakan salah satu cabang olahraga yang mempunyai peran penting dalam pembentukan karakter, sehingga harus ditanamkan dan dibentuk sejak usia dini. Melalui memanah akan melatih supaya tenang dan mampu mengendalikan emosi. Ketenangan dalam menghadapi sesuatu hal itu sangat perlu, agar semua teratasi dengan baik.

”Karakter lain yang dapat terbentuk adalah berani, dengan fokus dan ketenangan pemanah harus berani melepaskan anak panahnya ke target yang memilki nilai yang tinggi,” ujarnya.

Pada kompetisi panahan dibertandingkan berbagai kategori diantaranya, 5 meter barebow U-12 putra/putri, 10 meter standard dan barebow U-15 putra/putri, 20 meter standar umum putra/putri, 15 meter barebow U-18 putra/putri, 15 meter barebow umum putra/putri, 10 meter horsebow U-15 putra/putrid an 20 meter horsebow umum putra/putri. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here