Ratusan Atlet Pelajar Bertarung Karate

0
616
PERTANDINGAN: Ratusan atlet karate pelajar dari berbagai daerah di Kepri berkumpul di TCC Mal Batu 8 Atas Tanjungpinang, Kamis (14/12) untuk berlaga dalam event International Tanjungpinang Open Championship yang digelar Dispora Pemko Tanjungpinang. F-martunas/tanjungpinang pos

International Tanjungpinang Karate Open Championship 2017

Sekitar 267 atlet karate se-Kepri bertarung memperebutkan berbagai piala di International Tanjungpinang Open Championship yang digelar Dispora Pemko Tanjungpinang di TCC Mal Batu 8 Atas Tanjungpinang, Kamis (14/12).

TANJUNGPINANG – Dari 267 atlet tersebut, sebagian besar diantaranya adalah pelajar dari berbagai daerah di Kepri baik dari Tanjungpinang, Batam, Natuna dan Bintan. Event tersebut dibuka Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah yang diwakili Staf Ahli Samsudi. Hadir saat itu, Djasman S.Sos selaku Kadispora Pemko Tanjungpinang, Petrus Sitohang anggota DPRD Tanjungpinang, Beni Ketua Forki Tanjungpinang, perwakilan Lantamal IV dan perwakilan FKPD lainnya.

Djasman mengatakan, awalnya atlet dari dua negara sudah memastikan akan mengikuti pertandingan tersebut. Namun, menjelang penyelenggaraan acara, mereka menyatakan mohon maaf karena tak bisa ikut.

”Tim yang hendak bertanding di sini dipanggil untuk agenda kenegaraan. Makanya, keikutsertaan dari dua negara itu batal,” jelas Djasman.

Pertandingan ini, kata dia, merupakan ajang untuk memantapkan kemampuan para atlet. Juga untuk mengukur kemampuan masing-masing atlet.

”Sekaligus mencari bibit-bibit baru untuk atlet karate. Juga sebagai ajang silaturahmi sesama atlet, wasit, juri, pelatih maupun perguruan,” ungkapnya lagi.

Pertandingan tersebut diikuti 18 perguruan dengan total peserta 267 orang. Adapun asal nama masing-masing perguruan itu yakni, MMA Kepri (22 atlet), Batalyon 10 Marinir (11 atlet), Inkai Tanjungpinang (10 atlet).

Forki Batam (15 atlet), Indokai Kepri (5 atlet), Indokasi Batam, KKI, Forki Natuna, Forki Tanjungpinang dan lainnya. Pertandingan sistem gugur dengan dua golongan yakni kata dan komite.

Adapun kelasnya adalah dini, pra pemula, kadet, junior dan senior. Panitia menyediakan medali, piala juara umum, piala bergilir, piala perorangan dan uang pembinaan.

Samsudi yang membacakan sambutan tertulis wali kota mengatakan, salah satu tujuan diadakannya kegiatan tersebut untuk menggali potensi atlet-atlet Kota Tanjungpinang dalam rangka menghadapi Porprov 2018 yang akan digelar di Tanjungpinang.

”Di samping itu, melalui pelaksanaan kegiatan ini juga terkandung maksud untuk membina hubungan silaturahmi diantara atlet, offisial dan pelatih demi menciptakan rasa persatuan, kesatuan dan kebersamaan diantara insan olahraga,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Lis meminta untuk sama-sama mensukseskan event tersebut dengan senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. ”Pak wali kota sangat apresiasi kegiatan ini,” tambahnya.

Dilanjutkannya, kegiatan tersebut merupakan wahana yang sangat tepat bagi para atlet untuk membuktikan kemampuan dan ketangguhannya dalam meraih prestasi.

Walaupun tidak semua berhasil dan sukses, namun atlet yang meraih prestasi tentu diharapkan akan lebih meningkatkan prestasinya di kesempatan dan event yang lebih besar

”Bagi yang belum meraih prestasi, hendak dijadikan pemicu atau motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan prestasi di masa yang akan datang,” bebernya.

Ketua Forki Tanjungpinang Beni mengatakan, ini merupakan tahun kedua digelar acara ini setelah diawali tahun lalu. Tahun ini juga digelar kembali. Artinya, pemko sangat mendukung kemajuan dunia olahraga.

”Terimakasih sudah menganggarkan biaya untuk penyelenggaraan pertandingan ini. Dan kita berharap agar dijadikan agenda tahunan dalam meningkatkan prestasi olahraga kita,” harap Beni.

Beni juga menjelaskan, kegiatan tersebut sekaligus ujicoba atau tryout bagi para atlet sebelum mengikuti Porprov tahun 2018 dimana Tanjungpinang sebagai tuan rumah.

Beni yang juga anggoa DPRD Tanjungpinang ini menambahkan, jika pertandingan tetap diadakan seperti itu, ada tolak ukur bagi atlet untuk mengetahui kemampuannya.

Dengan demikian, akan terus berlatih untuk meningkatkan kemampuannya. Tentu saja atlet Tanjungpinang akan tetap berprestasi.

Saat ini, posisi prestasi atlet karate Tanjungpinang adalah nomor 2 di Kepri setelah Batam. ”Batam kan banyak penduduknya. Tentu banyak dong atletnya,” ungkapnya lagi.

Pertandingan tersebut dibuka Samsudi setelah sebelumnya diawali dengan berbagai rangkaian acara seperti pembacaan sumpah wasit, sumpah juri, sumpah atlet hingga menyanyikan lagu kebangsaan.

Ratusan warga yang belanja ke mal itu pun turut menyaksikan kegiatan tersebut. Sebelum pertandingan dimulai, atraksi dilakukan sejumlah atlet. Kemarin siang, pertandingan di atas matras pun dimulai.(MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here