Ratusan Hektar Kebun Ditertibkan

0
428
Penggusuran: Tim terpadu menggusur bangunan liar di lahan hutan Bandara Hang Nadim, Batam Kamis (28/9). f-istimewa/humas bp batam

BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam, melalui tim terpadu menggusur bangunan liar dan kebun yang ada di kawasan Bandara Hang Nadim. Penertiban dilakukan di Kampung Nias dan Kampung Taiwan.

Menurut Direktur Humas dan Promosi BP Batam, Purnomo Andi Antono, penertiban yang digelar kamis (28/9) itu melibatkan Ditpam BP Batam, Kepolisian, TNI, dan Satpol PP Batam. ”Penertiban dilakukan di Kampung Nias dan Kampung Taiwan di wilayah Bandara Hang Nadim Batam,” katanya, Jumat (29/9).

Kata ?Andi penertiban itu dilakukan di lahan seluas 100 Ha. Pada penertiban, Rabu (27/9), personil yang diturunkan 186 Orang dan dari Persatuan Olah Raga Berburu Babi (PORBB) sebanyak 100 Orang menertibkan 57 kandang babi, delapan kandang ayam, 11 ruli, 60 pohon pisang, 270 pohon nangka, 20 pohon kelapa, 57 pohon jeruk nipis, 61 pohon jambu batu dan 96 ekor ternak babi.

Sementara untuk hari kedua, Ditpam mengamakan 19 unit kandang babi, 16 kandang ayam, satu kandang bebek, 27 ruli, 100 pohon pisang, 100 pokok pohon nangka, 30 pohon Kelapa, 20 pohon jeruk nipis, 35 pokok pohon jambu batu, 36 ekor ternak babi, 12 ekor ternak ayam, 31 pokok pohon sirsak, 10 pohon jengkol, 10 pohon petai, tujuh kerambah darat, satu bengkel las, 10 hektar kebu singkong dan 3 hektar kebun nanas.

Tim terpadu melakukan penertiban setelah memberikan peringatan. Tim terpadu menurunkan juga alat-alat berat berupa beko untuk merobohkan bangunan-bangunan liar didua kawasan itu. Peralatan-peralatan rumah tangga warga yang masih ada diruli, dikeluarkan.

”Alhamdulillah berkat kerja sama tim, selama pelaksanaan penertiban, secara umum situasi aman. Walaupun ada keributan kecil, dapat terkendali,” bebernya.

Di sisi lain, Andi mengungkapkan terkait kegiuatan ilegal di Kawasan Dam Sei Gong. Ada perlawanan dari warga yang menduduki lahan negara di Sei Gong. Warga atas nama Andi melapor ke Mapolda Kepri. Namun pelaporan ke Polda sudah lebih dilakukan BP Batam.
Selain itu, dilarang merambah kawasan hutan dan ada kelompok yang berupaya penghentian kegiatan proyek.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here