Ratusan Miliar Dana Pascatambang Misterius

0
635
BEKAS tambang bauksit di Lingga dengan lumpur sisa pencucian bijih bauksit. Masih banyak bekas tambang bauksit di Lingga tidak direklamasi ulang. f-dok/TANJUNGPINANG POS

Bupati Lingga Alias Wello mengaku tak tahu menahu dimana dana Jaminan Reklamasi (Jamrek) dan Jaminan Pasca Tambang (JPT) Kabupaten Lingga disimpan. Ada juga ratusan miliar dana pascatambang yang misterius.

LINGGA – Bahkan, berapa jumlah persisnya pun dia tak pernah diberitahu. Ia pernah melacak dimana anggaran yang berjumlah miliaran rupiah tersebut disimpan, namun tak ketemu.

Sejak Alias Wello menjabat sebagai Bupati Lingga, kewenangan di bidang pertambangan sudah beralih dari pemerintah kabupaten/kota ke Pemerintah Provinsi sejak terbitnya Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

”Betul, saya tak tahu jumlahnya berapa dan dimana dana itu disimpan? Kalau di Bintan dan Tanjungpinang, masih gampang ditelusuri. Dananya disimpan di satu bank, yakni BPR. Kalau dana Jamrek Lingga, saya tak pernah diberitahu,” tegas Awe, sapaan akrab Bupati Lingga ini kepada wartawan, Jumat (6/4).

Baca Juga :  Tiga Nama Unsur Pimpinan DPRD Diusulkan

Dikatakannya, sesuai dengan namanya, anggaran yang misterius keberadaannya tersebut sangat bermanfaat untuk menekan perusahaan tambang yang pernah beroperasi di Lingga untuk melakukan reklamasi. Hingga saat ini ada perusahaan nakal yang tidak melakukan reklamasi pascatambang.

Berdasarkan data hasil koordinasi dan supervisi Direktorat Jenderal (Ditjen) Mineral dan Batubara (Minerba) atas pengelolaan pertambangan Minerba di Kepri, khususnya Kabupaten Lingga, terungkap ada sebanyak 24 perusahaan yang mengantongi IUP Operasi Produksi dari 57 perusahaan yang mengajukan permohonan IUP melalui Distamben Lingga.

Baca Juga :  Pembangunan Dermaga Jagoh Terbengkalai

Ke-24 perusahaan yang mengantongi IUP Operasi Produksi di Lingga itu, memiliki kewajiban menyetorkan dana jaminan reklamasi dan jaminan pasca tambang sebesar Rp 206 miliar. Namun, hingga tanggal 10 Desember 2014, tercatat hanya 13 pemilik IUP Operasi Produksi dari 8 perusahaan yang menyetorkan dana Jamrek dan jaminan pasca tambang sebesar Rp 19,9 miliar.

Kedelapan perusahaan tersebut, yakni PT. Bintan Bumi Persada dilaporkan telah menyetorkan dana Jamrek dan jaminan pasca tambang sebesar Rp 646.000.000, PT. Hermina Jaya Rp 4.100.000.000, PT. Impian Cipta Bintan Sukses Rp 1.584.315.000, PT. Karya Putra Lingga Rp 1.750.000.000, PT. Lingga Global Mekar Rp 2.499.994.000, PT. Sanmas Mekar Abadi Rp 3.400.000.000, PT. Sumber Prima Lestari Rp 1.000.000.000 dan PT. Telaga Bintan Jaya Rp 5.000.000.000.(TENGKU IRWANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here