Ratusan Nelayan Bintan Dapat BBM Murah

0
773
BBM MURAH: Manajemen PT Nasional Ferrous bersama Pertamina loading perdana BBM satu harga ke Tambelan dan nelayan sudah menunggu untuk membeli BBM murah itu, baru-baru ini.F-istimewa

Program Presiden RI Jokowi menyediakan lembaga penyalur BBM satu harga secara nasional merambah sampai ke Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan. Setelah launching, ratusan nelayan Tambelan mendapatkan solar dengan harga murah, Rabu (27/12) sore lalu.

BINTAN – Secara nasional, Presiden RI Jokowi melalui PT Pertamina membuka sedikitnya 154 lembaga penyalur BBM satu harga di Indonesia. Untuk Provinsi Kepri, ada lima lembaga penyalur BBM satu harga ini.

Satu diantaranya di Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, yang dikelola oleh lembaga penyalur PT National Ferrous. Dalam program Presiden RI Jokowi ini, lembaga penyalur BBM satu harga, wajib menjual senilai Rp 5.150 per liter. Harga ini berlaku di seluruh Indonesia.

”Ini sudah program Pak Presiden Joko Widodo. Makanya kami menjual solar itu seharga Rp 5.150 per liter. Ini harga subsidi dan murah, dibanding ketika nelayan membeli pada masa sebelumnya,” ujar seorang nelayan Tambelan, saat dihubungi, Kamis (28/12).

Baca Juga :  Cegah Konflik Nelayan, Perlu Kebijakan Kearifan Lokal

Launching perdana lembaga penyalur BBM satu harga yang dikelola PT National Ferrous untuk wilayah Tambelan, sudah dilakukan, akhir pekan lalu. Kemudian, PT National Ferrous membawa BBM solar sebanyak 50 kilo liter (ton) solar ke Tambelan, dan penjualan perdana, Rabu (27/12).

M Ikhsan mewakili pimpinan PT National Ferrous menjelaskan, program Presiden Jokowi melalui PT Pertamina ini untuk memberikan keringanan dan membantu nelayan, terutama di daerah terdepan.

Selama ini, nelayan membeli solar dengan harga tinggi. Ke depan, nelayan membeli solar sesuai dengan ketetapan pemerintah pusat, dengan harga sama dengan istilah satu harga.

Kapal nelayan yang bisa membeli solar bersubsidi ini diberikan kepada yang memiliki kartu kendali, atau rekomendasi dari Dinas Perikanan.

Baca Juga :  Api Nyaris Merambat ke Pemukiman Warga

Di Tambelan, sebut Ikhsan, keperluan solar bagi nelayan ini berkisar 200 ton (KL) per bulan. Tapi, kuota sementara yang diberikan dari Pertamina sebanyak 80 KL per bulan.

”Yang kami bawa untuk launching perdana ini, baru 50 KL. Sisanya, akan kami bawa lagi, dalam waktu dekat. Nelayan di Tambelan dan Bintan sangat senang dengan program Pak Presiden ini,” sebut Ikhsan saat diwawancarai Tanjungpinang Pos, kemarin.

”Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Presiden, Pertamina, Pemkab Bintan yang sudah memproses semua izin, serta dukungan masyarakat dan semua pihak,” sambungnya.

Bupati Bintan, Apri Sujadi saat dihubungi via telepon membenarkan program lembaga penyalur BBM satu harga di Bintan, sudah launching.

Dengan demikian, SPBU untuk daerah pulau terdepan sudah ada. Program ini jelas memberi kemudahan bagi nelayan dan masyarakat di Tambelan.

Baca Juga :  Angin Kencang, Jalur Speedboat Dialihkan

Karena, selain solar, lembaga penyalur BBM satu harga ini juga menyediakan premium untuk umum dan nelayan, dengan harga yang semestinya diberlakukan secara nasional. Kuota premium untuk Tambelan yang dibawa PT National Ferrous ini berkisar 7-8 ton per bulan.

”Pemkab Bintan berterima kasih kepada pemerintah pusat, dengan program ini. Semoga program ini jalan terus, dan bisa memenuhi keperluan nelayan. Sehingga nelayan dan masyarakat pulau terdepan, mudah mendapatkan BBM dengan harga bersubsidi,” kata Apri Sujadi yang masih menunaikan ibadah umrah di Mekah.(JENDARAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here