Ratusan Penumpang Terlantar

0
902
MENUMPUK: Penumpang yang akan berangkat ke pulau di Anambas dan Natuna berdesakan masuk bisa naik kapal Sabuk Nusantara 59 di Pelabuhan Sribintan Pura, Rabu (12/7). f-raymon/tanjungpinangpos

Akibat penumpang melebihi kapasitas, KM Sabuk Nusantara 59 tertahan di Pelabuhan Sribintan Pura Tanjungpinang Rabu (12/7). Ratusan penumpang tujuan Letung, Terempa, Midai, Sedanau, Pulau laut, Ranai, Subi dan Serasan terlantar.

TANJUNGPINANG – Kapasitas KM Sabuk Nusantara 59 hanya mampu menampung 400 penumpang. Sementara penumpang yang akan menumpangi kapal mencapai kurang lebih 560 penumpang. Akhirnya, kapal tertahan karena dilarang syahbandar berangkat. Sementara penumpang ngotot tidak mau turun dan harus tetap diberangkat. Namun pihak Syahbandar Pelabuhan Sribintan Pura tak mau mengizinkan karena membahayakan pelayaran.

Pantauan di lapangan, para penumpang tujuan beberapa pulau di Anambas, Natuna serta Kalimantan sudah menunggu dari pagi hari untuk berangkat. Tumpukan penumpang karena mendekati habisnya masa liburan sekolah. Tapi, saat mereka hendak masuk ke kapal, pintu keberangkatan tiba-tiba ditutup petugas pelabuhan.

Saat itu kapal sduah dipenuhi penumpang dan yang belum naik masih sangat banyak. Akibatnya penumpang mengamuk karena mereka telah membeli, tapi tidak diperbolehkan naik ke kapal. Padahal ratusan penumpang lainnya juga sudah menunggu sejak pagi. Mereka mulai mengantre di pintu masuk pelabuhan untuk berangkat. Penumpang berdesak-desak ingin masuk ke kapal, karena transportasi lain ke Anambas dan Natuna tak ada lagi. Senin (17/7) mendatang para pelajar mulai masuk sekolah.

Baca Juga :  Dirjen Laut Minta Jalan Pelabuhan Moco Diaspal

Bahkan, ada yang membawa yang menggendong bayi dan anak kecil yang menangis akibat kericuhan ini. Adi penumpang tujuan Pontianak mengatakan, sama-sama beli tiket namun kok dibeda-bedain malah yang berangkat yang menggunakan tiket. Sedangkan yang kwitansi penganti tiket tidak boleh berangkat dan disuruh menunggu. Menurutnya, kenapa penumpang diberikan kwitansi oleh agen kapal, jika tidak ada kapal. Dan baru kali ini dirinya melihat pihak pelabuhan memberikan kwitansi bukan tiket seperti biasanya.

”Kalau kapal tidak ada ya sudah bilang tidak ada jangan berikan kwitansi, sudah berjam-jam saya antre disini, namun tidak boleh berangkat,” sebutnya. Penumpang lainnya, Hary mengatakan, ia menunggu keberangkatan dari pagi hari namun sampai siang tidak berangkat-berangkat. Ia sama keluarga mau berangkat ke Sedanau dan harga tiket beli Rp 70 ribu menggunakan kapal Sabuk Nusantara 59.

Baca Juga :  Anggota Paskibraka Mulai Gladi

”Sudah tak punya uang lagi, mau nginap pakai apa kita di Tanjungpinang,” katanya Rabu (12/7). Hery menyebutkan, sejak pagi hari penumpang sudah ramai, para penumpang tidak dapat tempat duduk semestinya disediakan oleh PT Pelindo. ”Berdiri terus dari tadi, tak ada tempat duduk kita masuk pelabuhan bayar. Fasilitas tidak disediakan,” jelasnya.

Kapolsek Khusus Kawasan Pelabuhan (KKP) Tanjungpinang, Kompol Darmawan menyebutkan, pihaknya hanya membantu menjaga keamanan para penumpang yang dari tadi pagi menunggu keberangkatan. Ia sudah memanggil agen kapal yang menjual tiket.

”Kita sedang mencarikan solusi dengan mencari kapal pengganti agar para penumpang bisa berangkat,” jelasnya. Menurutnya, tidak jadinya berangkat kapal ini dikarenakan kapal sudah penuh dengan kapasitasnya. Para penumpang ini kebanyakan berangkat menggunakan tiket kwitasi saja yang dikeluarkan agen.

”Untuk sikap tindakan diserahkan kepada KSOP apakah akan mencabut izin agen agar tidak terjadi kembali, kami dari kepolisian memberikan pengamanan agar para penumpang tidak resa,” tuturnya. Sementara Neni Manager agen kapal dari Arena Bahari menjelaskan, pada saat jadwal keberangkatan kapal ini kehabisan stok tiket. Maka dilakukan koordinasi dengan kapten kapal mempertanyakan apakah ada stok tiket, namun juga tidak ada stok. Ada arahan dari nakhoda atau kapal maka baiknya penumpang menggunakan kwitasi sebagai pengganti tiket. Di kwitasi juga tertera tanda tangan, nama, nomor handphone serta juga dilengkapi stample.

Baca Juga :  Warga Minta PJU di Perumahan Ditambah

”Kwitasi tidak palsu, itu asli dari perusahaan dan saya yang bertanggung jawab, kwitansi yang dikeluarkan sebanyak 160,” jelasnya. Menurutnya, pada saat kapal mau bersandar ke pelabuhan, para penumpang mau turun masuk ke kapal. Para penumpang distop oleh petugas ada yang melarang yang menyebutkan bahwa kwitasi ini tidak berlaku dan palsu. ”Kita disini membantu masyarakat untuk pulang kekampungnya karena anak sekolah mau masuk sekolah Senin ini,” jelasnya.(RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here