Ratusan Peserta Ikuti Jong Race Utara

0
411
WARGA Kampungketer, Teluk Bintan menyelenggarakan lomba jong di pantai dengan panorama Gunung Bintan. Lomba ini kembali digelar, Jumat (9/2) pagi besok. F-Yendi/TANJUNGPINANG POS

TELUKBINTAN – Ratusan peserta dari puluhan klub jong, bakal mengikuti lomba balap jong (perahu tanpa awak), dalam ajang Jong Race Utara, di Kampungketer, Kelurahan Tembeling Tanjung, Kecamatan Teluk Bintan, Jumat (9/2) sampai dengan Minggu (11/2) ini. Kegiatan yang digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan bersama warga setempat ini terbuka untuk umum.

”Sekitar 350-an peserta yang sudah daftar ke panitia, untuk mengikuti lomba ini. Tahun lalu, juga dilaksanakan lomba Jong Race Utara ini. Lomba di tahun ini dimulai, Jumat (9/12) pagi besok,” kata Luki Zaiman Prawira, Kepala Dinas Pariwisata Bintan, Rabu (7/2) kemarin.

Luki Zaiman Prawira menjelaskan, permainan perahu layar jong memiliki keunikan tersendiri. Perahu jong dibuat dari bahan kayu pilihan dengan panjang 1,5 meter. Kemudian, perahu diberikan layar dengan panjang (tinggi) bisa mencapai 2 meter.

”Lomba jong di Kampungketer ini, menjadi agenda kalender pariwisata Pemkab Bintan. Kita laksanakan di angin musim utara ini. Tujuannya untuk menarik kunjungan wisatawan,” jelas Luki.

”Tahun 2017 lalu, turis asing yang masuk ke Bintan itu 361 ribuan. Tahun 2018 ini, ada 23 kegiatan pariwisata di Bintan. Semoga jumlah kunjungan wisatawan meningkat,” harapnya.

Panitia pelaksana Jong Race Utara 2018 Mamat mengatakan, sudah ada puluhan klub jong berasal dari pelbagai daerah yang mendaftarkan ke panitia. Setiap klub, biasanya memiliki 5 sampai 10 orang peserta.

”Total hadiah yang disiapkan untuk lomba jong ini Rp 35 juta. Hingga Rabu (7/2) kemarin. Sudah puluhan klub dari Kepri yang mendaftar,” tutupnya.

Bupati Bintan H Apri Sujadi bangga dengan kegiatan lomba jong di musim angin utara ini. Menurutnya, lomba ini dilaksanakan Pemkab Bintan sebagai wujud melestarikan budaya Melayu khas Kabupaten Bintan. Permainan jong dengan kekuatan angin ini sudah turun-temurun dari nenek moyang.

”Kalau zaman dulu, lomba jong ini identik menggunakan kekuatan supranatural dan doa-doa. Untuk mendatangkan angin. Ini yang menjadi daya tarik wisatawan dari lomba jong ini,” tambah H Apri Sujadi. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here