Ratusan Warga Mengungsi

0
499
WARGA melintas saat kondisi banjir di Anambas. Selain banjir, warga juga mengalami musibah lain seperti tanah longsor yang terjadi akibat hujan deras empat hari berturut-turut. f-indra/tanjungpinang pos

Banjir Meluas, Tanah Longsong Timbun Rumah di Anambas

Hujan deras yang turun empat hari berturut-turut di Anambas membawa petaka bagi masyarakat di dua kecamatan. Tanah longsong dan banjir tak berhenti hingga ratusan Kepala Keluarga (KK) harus mengungsi. Untungnya tidak ada korban jiwa akibat bencana ini.

ANAMBAS – AKIBAT hujan terus menerus membasahi Anambas, tanah longsor terjadi di empat desa dan sempat menutup akses jalan. Semua tanah longsong persir di atas jalan raya.

Sehingga, jalan tertimbun. Kejadian ini terjadi sejak, Sabtu (13/1) hingga Minggu (14/1) dan tiga titik sudah mulai dibersihkan dan kemarin sudah bisa dilewati pengendara motor.

Empat desa yang mengalami longsor yakni, di Jalan Air Belimbing Desa Mampok Kecamatan Jemaja, di Jalan Dam Dapit Desa Bukit Padi Kecamatan Jemaja Timur, di Jalan Yahya Desa Ulu Maras Kecamatan Jemaja Timur dan Jalan Terdun Desa Rewak, Kecamatan Jemaja.Tanah longsor paling parah di Jalan Air Belimbing Desa Mampok Kecamatan Jemaja. Tanah menutup jalan raya dan menimbun satu unit rumah warga.

Desa Rewak Kecamatan Jemaja juga mengalami banjir dan akses jalan pasir panjang Desa Landak diduga ambruk tergerus air. Hujan lebat disertai petir dan angin kencang membuat tanah mengalami longsor dan sungai-sungai digenangi air serta meluber ke pemukiman warga, ditambah lagi debit air terjun bertambah.

Hingga kemarin sore, tinggal longsor di Jalan Terdun yang belum dibersihkan karena masih hujan. Tanah yang menutup jalan utama itu perlahan dibersihkan oleh masyarakat bersama Tim dari TNI AD, AL dan Polsek Jemaja serta Tagana Kecamatan Jemaja.

Seluruh, tim dan masyarakat bekerjasama dengan baik dengan dibantu alat berat, mereka terus membersihkan jalan yang dipenuhi tanah yang longsor kemarin.

”Alhamdulillah sebagian tanah yang longsor sudah dibersihkan dan kendaraan sepeda motor bisa melintasi jalan tersebut. Cukup lelah kita bersihkan tanah pada siang hari tadi dengan keadaan cuaca dalam kondisi hujan gerimis,” kata Syamsul, salah seorang warga ketika dihubungi via ponselnya, Minggu (14/1).

Selain tanah longsor, banjir juga menggenangi rumah warga. Titik banjir paling parah di Desa Ulu Maras Kecamatan Jemaja Timur. Sekitar 225 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya terendam air dan 872 jiwa diungsikan ke tempat kerabat terdekat yang tidak mengalami banjir.

Dengan bantuan dari masyarakat, TNI AD, AL, Regu Tagana Kecamatan Jemaja dan dibantu alat berat milik kontraktor akses jalan yang tertutup tanah longsor sudah dibersihkan.

”Siang tadi keadaan cuaca berawan dan alhamdulilah masyarakat bersama sejumlah anggota TNI AD dan AL serta regu Tagana sibuk membersihkan akses jalan yang tertimbun tanah longsor. Kini sudah bisa dilintasi jalan tersebut,” sebutnya.

Di Anambas, hujan ekstrem membuat aktivitas masyarakat lumpuh. Tidak ada yang bisa bekerja. Selain karena hujan, angin kencang juga terus terjadi. Ombak laut juga tinggi.

Saat ini mulai pukul 20.00 WIB, keadaan curah hujan mulai terjadi dan ia berharap tidak terjadi banjir dan longsor lagi di tempat lain. Bantuan sembako maupun obat-obatan dan lainnya belum tiba di dua kecamatan itu. Informasi yang diterima bahwa moda transportasi tidak ada akibat gelombang tinggi.

Untuk saat ini pihak Pemerintah Kecamatan telah melakukan sesuai dengan kemampuannya. Ia juga khawatir bahwa stok sembako akan menipis sebab kapal kargo belum berlayar akibat gelombang tinggi.

Listrik hanya menyala di Kelurahan Letung saja, sejumlah desa tidak nyala disebabkan trafo listrik ikut terendam banjir dan ada yang rusak.

Ditambahkannya, puluhan hektare sawah milik masyarakat Desa Bukit Padi Kecamatan Jemaja Timur yang baru selesai bercocok tanam habis disapu air dan binatang ternak seperti sapi, kambing belum jelas secara pasti berapa yang mati.

”Tentu saya khawatir sekali terkait stok sembako, sebab saya lihat kapal kargo tidak berani berlayar gelombang tinggi. Pada intinya masyarakat butuh bantuan makanan, obat-obatan dan sejumlah kebutuhan lainnya,” terangnya.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here