Rayon Tanjungpinang Timur Kekurangan SMA

0
125
PELAJARA SMAN 4 Tanjungpinang bersama majelis guru menyaksikan eksperimen pengolahan sampah plastik, sebelum masa PPDB, belum lama ini. f-yendi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Rayon PPDB wilayah Tanjungpinang Timur masih kekurangan ruang kelas dan sekolah baru untuk jenjang SMA sederat. Pasalnya, dua sekolah tidak bisa menampung kuota penerimaan siswa baru di tahun 2018 ini. Dua sekolah yang tersedia di Tanjungpinang Timur saat ini, hanya SMAN 7 dan SMK 4 Tanjungpinang.

”Saya rasa dua sekolah itu hanya bisa menampung siswa baru sekitar 400-500 orang saja. Sementara siswa SMP yang lulus, lebih dari seribuan orang, di wilayah timur, Kota Tanjungpinang ini,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Huzaifa Dadang AG, Minggu (1/7) lalu.

Jadi, kata dia, sisanya siswa tersebut menyerbu sekolah berada di wilayah Tanjungpinang Barat dan Tanjungpinang Kota. Salah satunya SMK 1. Sekolah tersebut yang diserbu oleh siswa yang sudah lulus SMP.

Pantauan serta informasi yang diterimanya, sudah lima kali lipat siswa baru yang mendaftar di SMK 1. Artinya, pendaftaran siswa baru di sekolah tersebut membeludak dibandingkan tahun sebelumnya. ”Angka persisnya, saya tidak tahu,” terang dia.

Memang, kata Dadang, wewenang SMA sederajat ada di Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Provinsi Kepri seharusnya melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang. Pasalnya, yang tahu persis kondisi kekurangan sarana serta prasarana sekolah di wilayah Tanjungpinang Timur, adalah Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang.

Selama ini, lanjut dia, Dinas Pendidikan Provinsi Kepri tidak pernah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang. Ini terbukti pada saat adanya rapat koordinasi, yang pernah diadakan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. ”Rapat koordinasi tidak pernah melibatkan kita (Dinas Pendidikan, red) di daerah. Saya rasa, mereka ingin jalan sendiri,” ucap dia.

Ia sarankan, sebaiknya Dinas Pendidikan Provinsi Kepri harus menjalin komunikasi dengan Dinas Pendidikan berada di daerah masing-masing, termasuk di Kota Tanjungpinang. Agar sarana serta prasarana di dunia pendidikan bisa terpenuhi, dan dirasakan oleh masyarakat di daerah tersebut. ”Kasihan anak kita sekolahnya jauh dari tempat tinggalnya,” sebut dia. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here