Razia Waria Satpol PP Dilarang Membentak

0
650
PERSONEL Satpol PP mengamankan waria Rabu (17/1) malam dan memulangkan waria ke daerah asal di Pekanbaru pada Kamis (18/1) pagi.F-ISTIMEWA

KARIMUN – Dua waria bernama Win alias De dan Jay alias Vi diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) di Jalan Haji Arab, Sungai Lakam Timur, Rabu (17/1) malam.

Sebelum razia yang digelar Satpol PP dengan sasaran waria yang biasa mangkal di beberapa titik itu terlebih dahulu dilaksanakan apel bersama yang dipimpin Kasatpol PP TA Rahman.

Untuk memberikan pengarahan lebih lanjut, dan menerangkan sikap dan perilaku selama melaksanakan razia.

”Saya ingatkan seluruh anggota bekerja dengan profesional, dan terpenting mengedepankan rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Sebagai bentuk kewajiban, sebagai bagian dari Satpol PP. Hindari perbuatan semena mena, saat melaksanakan tugas hingga mengakibatkan ada pihak tersinggung salah tidak harus dibentak,” tegas TA Rahman.

Baca Juga :  Warga Moro Harapkan Pelatihan Tenaga Kerja

Operasi waria dampak dari ditemukannya kasus perbuatan tidak senonoh, yang dialami belasan anak pria di bawah umur belum lama ini. Sehingga, kejadian itu mencoreng nama baik bumi berazam.

”Razia waria menjadi salah satu cara menekan perbuatan tidak senonoh kepada sejenis, agar tidak terulang kembali,” kata TA Rahman.

Hasil yang ditemukan, Vi mengaku baru 3 bulan di Karimun datang dari Pekanbaru. Sedangkan Win mengaku berpenduduk Karimun, dan keduanya telah dicatat dan diambil foto oleh Satpol PP.

Salah seorang dari mereka, merupakan bukan kali pertama terjaring razia Satpol PP. Sebelumnya telah pernah terjaring razia.

Baca Juga :  Pemkab Tidak Buka Penerimaan P3K

Saat itu, Vi berusaha kabur ke semak ketika tim Satpol PP turun dari mobil. Usaha Vi sia-sia, setelah personil sempat melihatnya berusaha kabur dan langsung digelandang ke mobil patroli dan dibawa ke kantor. Pada Kamis (18/1) pagi, ia dipulangkan kedaerah asalnya yakni Pekanbaru.

”Saya mendapat laporan ada waria yang diamankan pada Rabu malam. Sehingga, Kamis (18) pagi harus dipulangkan dan ini untuk menjaga nama Karimun. Sehingga, Karimun akan bebas dari waria yang mangkal dijalanan, dan meminimalisir perbuatan atau tindakan pedophilia,” kata Aunur Rafiq. (yon)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here