RBB Tampilkan Tortor Batak di TCC

0
574
MENARI: Penampilan tarian dari Rumpun Batak Karo. f-ISTIMEWA

Dinas Pariwisata Gandeng Semua Suku di Tanjungpinang

TANJUNGPINANG – DINAS Kebudayaan dan Pariwisata Pemko Tanjungpinang menggandeng semua suku di Tanjungpinang untuk menampilkan ciri khas adat/tradisi dari daerahnya masing-masing. Giliran suku Batak yang tampil pada, Sabtu (16/9) malam di Pelataran Gedung pusat perbelanjaan Tanjungpinang City Center (TCC), Sabtu (16/9) malam.

Mal tersebut ramai dikunjungi masyarakat malam itu. Kali ini bukan hanya untuk berbelanja atau menonton biskop di XXI melainkan untuk melihat penampilan kebudayaan Suku Batak dengan menggandeng Paguyuban Rumpun Batak Bersatu (RBB) Kota Tanjungpinang yang diketuai Sanggam Simamora.

Paguyuban RBB menampilkan tarian tortor tradisi dari lima rumpun Batak. Diantaranya Batak Toba, Karo, Pakpak, Simalungun, Angkola atau Mandailing. Mewakili suku Batak yang ada di Kota Tanjungpinang, Sanggam Simamora mengaku senang dengan pelaksanaan pentas seni khususnya menampilkan dari suku Batak. ”Kami sangat berbahagia dan senang, sebab selain melestarikan tradisi ke generasi penerus juga sebagai hiburan bersama masyarakat Batak yang ada di Tanjungpinang,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, usai acara.

Melalui kegiatan ini, membangun keakraban dan kekeluargaan antarrumpun Batak yang hadir, mulai dari yang menganut agama Kristen Protestan, Katolik maupun Islam. ”Kita harapkan kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya,” tambah Kepala KSOP Kijang tersebut.

Dalam persiapan penampilan, pengurus RBB melakukan koordinasi kepada setiap rumpun untuk mempersiapan tarian. Serta menampilkan trio lokal RJS yang sangat menghibur para penonton. Bahkan para penonton ikut berbaur dengan memberikan uang kepada penari dan penyanyi. Ini juga sebagai ciri khas yang tak bisa ditinggalkan dari setiap kegiatan atau pesta yang dilaksanakan suku Batak.

Salah satu penonton, Gebby Tambunan mengaku senang dengan kegiatan ini, sebab mempertemukan orang Batak yang ada di Tanjungpinang. ”Tahun ini kegiatannya meriah karena menggandeng RBB yang langsung menampilkan lima rumpun. Tahun lalu ada juga, tetapi tak begitu ramai karena hanya menggandeng salah satu rumpun,” ungkapnya yang mengaku tahun lalu juga menyaksikan kesenian Batak di Anjung Cahya, Tepilaut.

Kepala Bidang (Kabid) Adat Tradisi Nilai Budaya dan Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemko Tanjungpinang, Safarudin menuturkan, kegiatan pentas seni sebagai pelestarian atau mengenalkan setiap tradisi suku yang ada kepada generasi penerus. Serta bagi suku terkait juga dapat menjadi hiburan bersama keluarga. Pemilihan lokasi di TCC selain tempatnya memadai juga upaya menghidupkan geliat ekonomi di tempat tersebut.(DESI LIZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here